Harga Pertamax Naik, Bos Motor Listrik Beri Respons Tak Terduga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 menjadi perhatian beragam pihak. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menilai kenaikan nilai BBM berpotensi membikin masyarakat untuk mempertimbangkan pengganti ke kendaraan listrik.

Menurutnya, pemerintah juga menghadapi tantangan nan tidak ringan dalam menjaga keberlanjutan anggaran subsidi energi. Karena itu, perubahan nilai BBM dinilai menjadi salah satu parameter bahwa pola konsumsi daya masyarakat perlahan kudu bertransformasi.

"Ya, itu sebagai momentum dan juga sebagai sinyal kepada masyarakat bahwa semakin lama pemerintah juga semakin berat nih untuk subsidi kan? Ataupun potensi katakan efisiensi dari BBM ini semakin dipertimbangkan oleh pemerintah," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/6/2026).

Diskusi mengenai akibat kenaikan BBM terhadap mengambil kendaraan listrik juga disebut telah menjadi pembahasan antara pelaku industri. Sejumlah strategi promosi hingga edukasi masyarakat disebut tengah disiapkan agar transisi menuju kendaraan listrik melangkah lebih cepat.

Karyawan di depan motor listrik Adora di Shoowrom Indomobil E-Motor, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Karyawan di depan motor listrik Adora di Shoowrom Indomobil E-Motor, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Karyawan di depan motor listrik Adora di Shoowrom Indomobil E-Motor, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Ya saya kira mudah-mudahan masyarakat semakin melek ya sebetulnya, bahwa kelangkaan BBM, kemudian nilai BBM semakin tinggi, artinya mulai berpikir bahwa ya inilah saatnya kita kudu mulai mencari kendaraan nan lebih efisien, ya kembali ke motor listrik tadi," ujarnya.

Di sisi lain, industri kendaraan listrik saat ini tetap menunggu kepastian sejumlah kebijakan pemerintah nan sebelumnya direncanakan untuk mendorong pembelian kendaraan listrik oleh masyarakat. Kepastian insentif bakal menjadi aspek krusial nan menentukan kecepatan pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional dalam beberapa bulan ke depan.

"Jadi artinya ya sekarang tinggal kita buat strategi seperti apa, apa mungkin marketing-nya kita kudu masif bersama-sama alias kemudian ya nan satu sisi lagi dipersulit, ya kita mungkin barangkali kita cari kesempatan untuk bisa menyuarakan kepada masyarakat nih 'kalau Anda keberatan di sini, saya ada nan lebih efisien, ya motor listrik'," kata Budi.

Ia menambahkan, kombinasi antara kenaikan nilai BBM dan support kebijakan pemerintah berpotensi menjadi pendorong kuat bagi percepatan penggunaan motor listrik di Indonesia.

"Kalau kelak kemudian ada kepastian menyangkut masalah support pembelian, ya saya pikir tadinya saya hanya menargetkan 100.000, jika misalnya support pembelian kemudian BBM naik, ya saya berani targetnya lebih tinggi dari itu," pungkasnya.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News