PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan lonjakan laba bersih sepanjang semester I 2026 di tengah peningkatan nilai nikel dan membaiknya keahlian operasional.
Berdasarkan laporan keahlian perseroan, untung bersih PT Vale mencapai USD 104,38 juta pada semester I 2026, dibandingkan untung sebesar USD 25,25 juta pada semester I 2025.
EBITDA juga meningkat menjadi USD 196 juta dari USD 92 juta pada periode nan sama tahun lalu. Kenaikan untung ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,3 persen menjadi USD 543,07 juta, dibandingkan USD 426,74 juta pada semester I 2025.
Meski demikian, dari sisi produksi, PT Vale tetap mencatat penurunan. Produksi nikel dalam matte selama enam bulan pertama 2026 mencapai 29.773 metrik ton, turun sekitar 16,3 persen dibandingkan 35.584 metrik ton pada semester I 2025. Volume penjualan nikel matte juga turun menjadi 27.659 ton dari 35.119 ton pada periode nan sama tahun lalu.
Perseroan menyebut keahlian operasional mulai membaik pada kuartal II 2026. Produksi nikel matte mencapai 16.153 ton, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan kuartal sebelumnya nan sebesar 13.620 ton setelah selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026.
PT Vale juga memperoleh faedah dari kenaikan nilai realisasi rata-rata nikel matte menjadi USD 14.765 per ton pada kuartal II 2026 alias naik sekitar 4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Di sisi lain, perseroan mencatat kenaikan biaya daya akibat gejolak geopolitik global. Harga rata-rata HSFO meningkat sekitar 25 persen, nilai diesel naik 40 persen, dan nilai batu bara bertambah 12 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Meski demikian, biaya tunai pokok penjualan nikel matte ditekan menjadi USD 10.005 per ton dari sebelumnya USD 10.382 per ton.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto mengatakan perseroan juga terus mempercepat proyek hilirisasi nikel, termasuk proyek HPAL di Morowali.
“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju nan signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus Irmanto, dalam keterangan resmi, Kamis (30/7).
Sepanjang kuartal II 2026, PT Vale merealisasikan shopping modal sekitar USD 116 juta untuk mendukung pengembangan proyek strategis. Sementara itu, saldo kas dan setara kas turun menjadi USD 110,66 juta per akhir Juni 2026 dari USD 220,12 juta pada akhir Maret 2026.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·