PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memandang kenaikan nilai minyak bumi sebagai momentum untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional sekaligus mempercepat realisasi beragam rencana kerja nan sebelumnya tertunda.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan, kondisi nilai minyak dunia nan saat ini berada di level tinggi justru membuka ruang bagi perusahaan untuk mengeksekusi lebih banyak proyek nan sebelumnya tetap menunggu prioritas.
“Kalau PHE kami malah, minta izin minta maaf, malah memang lagi bagus untuk kita naikin produksi ya,” kata Edi dalam Media Gathering Pertamina Hulu Energi di Batu, Malang, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi sekaligus mempercepat penyelenggaraan program kerja nan sebelumnya belum menjadi prioritas.
Edi menambahkan, kondisi ini membikin PHE tidak hanya konsentrasi pada peningkatan produksi dari aset nan ada. Tetapi juga mendorong percepatan beragam rencana pengembangan nan sebelumnya tetap tertunda.
“Sekarang bisa masuk lantaran nilai minyak tinggi dan tentu bakal lebih visible untuk kita eksekusi,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menilai tren nilai minyak ke depan tetap berpotensi berada di atas realisasi awal tahun. Meski diakui sangat susah untuk diprediksi secara pasti lantaran dipengaruhi beragam aspek dunia nan dinamis.
Dengan kondisi tersebut, PHE memandang kesempatan untuk terus mengoptimalkan produksi sekaligus menjaga kontribusi terhadap sasaran nasional, termasuk upaya mencapai produksi 1 juta barel per hari dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan info Tradingeconomics, nilai minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3 persen menjadi di atas USD 98 per barel pada hari Kamis (9/4).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·