Harga Masker di Pasar Pramuka Sudah Naik 2 Kali Lipat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke wilayah Jakarta menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang Pasar Pramuka. Stok masker nan sebelumnya lama tersimpan sekarang ludes diburu pembeli nan datang ke sentra produk medis di Jakarta Timur itu.

Masalahnya, menipisnya stok masker di tengah lonjakan permintaan nan mendadak membikin nilai produk di pasar mengalami peningkatan. Alhasil pedagang terpaksa menyesuaikan nilai jual satuan mengikuti kenaikan nilai modal dari pemasok nan stok masker dagangannya juga mulai habis.

"Semuanya naik, semua masker medis naik. Kenaikannya lumayan, beda Rp 10.000 satu kotak. nan biasa pemasok jual Rp 25.000, sekarang sudah di atas Rp 50.000. Itu kenaikan dari modal doang ya, itu belum nilai jual," kata salah seorang pedagang di Pasar Pramuka, Yana, kepada detikcom, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau nilai jual kita naikkan hanya Rp 10.000, Rp 5.000, alias sampai paling tinggi Rp 15.000 dari nilai awal, jadi agak kurangi untung per kotak dari pemesanan nan biasa," terangnya lagi.

Menurut Yana kenaikan nilai produk, termasuk masker, memang lumrah terjadi jika permintaan mendadak naik seperti sekarang ini. Sebab kesiapan stok jadi lenyap mendadak.

Namun berasas pengalaman pada Covid-19, alih-alih mengikuti kenaikan nilai pasar, sedikit mengurangi untung agar produk sigap lenyap lebih baik dilakukan, karena dia tidak tahu lonjakan permintaan ini bakal terjadi sampai kapan.

Lagi pula, lonjakan permintaan dan nilai masker selama dua hari ini tak seperti saat pandemi Covid-19 pertama kali terjadi. Sehingga dia juga tidak perlu stok masker terlalu banyak, dan langsung menghabiskan nan ada.

"Nggak seperti Covid lah. Naiknya hanya Rp 10.000, Rp 5.000, alias sampai paling tinggi Rp 15.000 gitu dari pemesanan nan biasa. Permintaan juga nggak sebanyak kayak Covid, tapi ada. Nggak mau stok banyak-banyak. Nanti giliran erupsi sudah habis, ya masker tetap kita jual hanya harganya nggak mungkin semahal sekarang," kata Yana.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Pramuka lain, Selly, mengatakan kondisi ramai pembeli sudah terjadi sejak minggu (6/9) kemarin saat berita erupsi Gunung Anak Krakatau tersebar. Sementara puncak keramaian baru terjadi pada Senin (7/9).

Menurutnya kebanyakan visitor datang untuk mencari masker. Bahkan tidak hanya datang langsung ke area pasar, dia mengaku sejumlah langganan sudah menghubungi langsung via aplikasi berbagi WA mengenai nilai dan kesiapan stok masker di tokonya.

Selly mengatakan kondisi ini sangat berbeda dengan suasana pasar sehari-hari di mana visitor nan datang biasanya hanya langganan toko saja. Namun sekarang Pasar Pramuka mulai dipadati visitor harian juga.

"Kalau permintaan masker banyak. Ada saja sih nan nanya melalui WA ataupun orang datang langsung banyak ke sini. Kemarin lah lebih banyak nan cari. Jadi ada perputaran di sini. Kalau nggak hanya langganan biasa nan ke sini. Kalau orang ke pasar mah sudah jarang sekarang," ujar Selly.

Dalam perihal ini, dia mengaku penjualan masker di tokonya meningkatkan sangat drastis. Dari awalnya tak sampai 10 box per hari, namun pada hari Senin kemarin satu visitor bisa memborong 10-20 box dalam sekali pembelian.

"Kalau hari biasa kan nggak banyak. Biasa sehari nggak sampai 10 box laku. Kemarin tuh sudah mulai meningkat gitu. Ada nan permintaan sampai 10-20 box satu orang doang. Kayak gitu, perbedaannya," tuturnya.

Kondisi langsung membikin stok masker di tokonya ludes hari itu juga dan dia segera melakukan pemesanan ulang setelah mengambil peralatan dari distributor. Karena perihal ini, Selly mengatakan produk nan sekarang ada di etalase tokonya adalah produk nan baru dia ambil dari pemasok hari ini.

Namun stok nan dimilikinya sekarang juga sangat terbatas, hanya dari produk nan sudah dia pesan sebelumnya. Sementara untuk produk masker lainnya, dia menyebut pemasok langganannya juga mulai kehabisan stok.

Namun dia belum mengetahui apakah kondisi ini bakal membikin nilai masker nan dijualnya kelak bakal ikut mengalami kenaikan alias tidak. Sebab dia baru mengusulkan pesanan baru kemarin

"Sebenarnya ini pesanan sebelumnya tuh, jika mau tambah kata distributornya sih persediaan pada kosong. Nah, mungkin mereka juga sudah pada banyak nan pesan baru juga. Jadi kita pesan kan baru hari Senin, kita sudah ketinggalan juga kayaknya," ujarnya.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance