Harga emas bumi condong bergerak stagnan pada perdagangan Rabu (5/8). Hal ini lantaran pasar memantau prospek tercapainya kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip Bloomberg, nilai emas spot turun tipis 0,2 persen ke level USD 4.069,41 per troy ons pada Rabu (5/8) pukul 07.45 waktu Singapura. Pada sesi perdagangan sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menguat 0,6 persen.
Saat ini sentimen pasar tengah membaik setelah Qatar menyatakan bahwa mereka telah menyusun proposal untuk menormalisasi kembali pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Di saat nan sama, pejabat AS dan Iran sama-sama memberi sinyal adanya kemajuan dalam pembicaraan untuk membuka kembali jalur pelayaran utama bagi pengedaran daya global. Optimisme tersebut turut mendorong nilai minyak turun pada hari ketiga berturut-turut.
Perkembangan itu membikin pelaku pasar sekarang hanya memperkirakan The Fed bakal meningkatkan suku kembang satu kali hingga akhir tahun. Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan pekan lampau di mana pasar tetap memperkirakan adanya dua kali kenaikan suku bunga.
Kepala Riset dan Strategi Logam MKS Pamp Inc., Nicky Shiels, menilai emas menjadi salah satu aset nan paling sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.
"Emas merupakan penyerap likuiditas di pasar makro dan menjadi salah satu aset pertama nan tertekan ketika muncul akibat pengetatan suku bunga, baik lantaran aspek struktural maupun sentimen pasar," ujar Shiels.
Pada pekan lalu, The Fed kembali mempertahankan suku kembang referensi untuk kelima kalinya secara beruntun. Meski demikian, tiga pejabat bank sentral menyampaikan pendapat berbeda dengan mendukung kenaikan suku bunga.
Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan tetap membuka beragam kemungkinan mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya lantaran tetap terdapat sinyal ekonomi nan saling bertentangan.
Di sisi lain, permintaan ETF dari China mulai memberikan support terhadap nilai emas. Berdasarkan perhitungan, ETF berbasis emas di China mencatat arus masuk biaya selama 14 hari berturut-turut. Hal ini menjadi periode arus masuk terpanjang sejak Maret dan mengindikasikan mulai pulihnya minat penanammodal di pasar emas terbesar dunia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·