Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara di area Asia Tenggara terus melakukan penyesuaian nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) nya per 13 April 2026. Imbas bentrok geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang nan melibatkan Iran-Israel dan Amerika Serikat.
Sebagai contoh seperti Malaysia, rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia per 13 April mencapai US$1,074 per liter alias Rp18.419 per liter (kurs Rp17.150/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,690 per liter alias Rp28.984 per liter.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan posisi 30 Maret lalu, ialah untuk bensin mencapai US$0,956 per liter alias Rp16.395 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,364 per liter alias Rp23.393 per liter.
Berbeda dengan negara-negara di Asia Tenggara, pemerintah Indonesia justru memutuskan untuk menahan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, tak hanya bertindak bagi BBM bersubsidi melainkan juga BBM non subsidi.
Ambil contoh produk BBM di SPBU Pertamina, di mana nilai BBM jenis RON 92 alias Pertamax pada 1 April tetap sebesar Rp12.300 per liter. Kemudian Pertamax Green alias RON 95 tetap Rp12.900 per liter.
Tak terkecuali juga dengan Pertamax Turbo tetap Rp13.100 per liter. Lalu Dexlite tetap Rp14.200 per liter. Dan Pertamina Dex tetap Rp14.500 per liter.
Adapun untuk BBM subsidi Pertamina seperti RON 90 alias Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Begitu juga dengan Solar Subsidi tetap sama ialah Rp6.800 per liter.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak bakal meningkatkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun ini. Meskipun, saat ini nilai minyak bumi tetap bergejolak.
Bahlil juga memastikan bahwa pasokan BBM Indonesia tetap condong aman. "Aman lah. Saya sampaikan kepada publik bahwa insya Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu Solar, baik itu bensin maupun LPG, insya Allah aman," kata Bahlil saat ditemui usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
"Dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bermufakat atas pengarahan Bapak Presiden bahwa nilai BBM untuk subsidi tidak bakal dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insya Allah sampai selama-lamanya ya," tambahnya.
Bahlil juga berambisi nilai minyak mentah bumi tidak kembali melonjak di atas US$ 100 per barel, sehingga tidak bakal menambah beban APBN.
"Ini kan tergantung dengan nilai ICP, tapi jika sampai dengan 100 dolar itu sudah kondusif dalam APBN, dan sekarang nilai rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari US$ 77 (per barel). Jadi kita itu baru split US$ 7 jadi jangan sampai ada nan menganggap bahwa duit kita dapat dari mana? Kita ini baru naik US$ 7 sampai dengan sekarang nan saya ngomong ini," kata Bahlil.
Perlu diketahui, nilai minyak bumi bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi (16/4/2026), setelah pelaku pasar merespons kesempatan meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan adanya jalur diplomasi baru membikin premi akibat geopolitik sedikit surut, meski gangguan pasokan dunia tetap membayangi.
Menurut info Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, Kamis (16/4/2026), nilai Brent perjanjian terdekat berada di US$ 95,19 per barel, naik tipis dibanding penutupan sebelumnya di US$ 94,93 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$ 91,60 per barel, lebih tinggi dari penutupan Rabu di US$ 91,29 per barel.
Berikut info nilai BBM di Asia Tenggara per 13 April 2026:
1. Malaysia
Mengutip laman Global Petrol Prices, rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia per 13 April 2026 mencapai US$1,074 per liter alias Rp18.419 per liter (kurs Rp17.150/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,690 per liter alias Rp28.984 per liter.
2. Singapura
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,434 per liter alias Rp41.744 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$3,270 per liter alias Rp56.082 per liter.
3. Filipina
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Filipina mencapai US$1,610 per liter alias Rp per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,564 alias Rp43.974 per liter.
4. Thailand
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Thailand mencapai US$1,669 per liter alias Rp28.624 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,346 alias Rp23.084 per liter.
5. Laos
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,901 per liter alias Rp32.603 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,338 per liter alias Rp40.097 per liter.
6. Kamboja
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,557 per liter alias Rp26.703 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,719 per liter alias Rp29.481 per liter.
7. Myanmar
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,576 per liter alias Rp27,029 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,070 per liter alias Rp35.501 per liter.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·