Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan nilai bahan bakar minyak (BBM) non subsidi RON 92 di sejumlah negara tetangga Indonesia telah berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Karena itu, nilai Pertamax saat ini dinilai tetap berada di bawah nilai keekonomian.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan penyesuaian nilai BBM non subsidi nan dilakukan pemerintah merupakan langkah moderat untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan daya dan daya beli masyarakat.
"Kalau kita berbincang nilai keekonomian untuk BBM non subsidi khususnya RON 92, jika kita memandang negara tetangga itu di nomor 20-21 ribu. Jadi kenaikan alias penyesuaian nan dilakukan sekarang ini sebenarnya tetap jauh di bawah nilai keekonomian," ujar Anggia ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, kebijakan nan diambil pemerintah merupakan jalan tengah agar seluruh pihak tetap dapat memperkuat di tengah dinamika nilai daya global. Ketersediaan daya tetap terjaga dan masyarakat juga tidak terlalu terbebani.
"Daya beli masyarakat tetap terjaga. Walaupun pasti bakal ada dampaknya. Sedikit banyak pasti bakal ada dampaknya. Tapi nan paling krusial adalah kembali lagi. golongan rentan dijaga daya belinya dengan menahan nilai BBM subsidi untuk danai, Pertalite, dan solar tidak terlalu banyak," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah negara di area Asia Tenggara telah mengerek nilai BBM-nya dalam beberapa waktu terakhir ini. Hal tersebut tak terlepas dari bentrok geopolitik di Timur Tengah nan mengakibatkan kenaikan nilai minyak mentah global.
Misalnya Singapura, rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,393 per liter alias Rp42.971 per liter (kurs Rp17.957/US$). Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$3,024 per liter alias Rp54.301 per liter.
Sama halnya dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia juga melakukan penyesuaian nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dalam negeri melalui PT Pertamina (Persero).
Sebagai contoh, produk BBM jenis Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Sementara itu, nilai BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Adapun, Pertalite tetap dijual di nilai Rp10.000 per liter dan Biosolar ditetapkan sebesar Rp6.800 per liter.
Lantas jika dibandingkan dengan nilai BBM di negara-negara Asia Tenggara, kira-kira mana nan lebih murah? berikut info nilai BBM di Asia Tenggara per 8 Juni 2026:
Malaysia
Mengutip laman Global Petrol Prices, rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia per (8/6/2026) mencapai US$0,916 per liter alias Rp16.448 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,150 per liter alias Rp20.650 per liter.
Singapura
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Singapura mencapai US$2,393 per liter alias Rp42.971 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$3,024 per liter alias Rp54.301 per liter.
Filipina
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Filipina mencapai US$1,234 per liter alias Rp22.158 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,239 alias Rp 22.248 per liter.
Thailand
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Thailand mencapai US$1,610 per liter alias Rp28.910 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,226 alias Rp22.015 per liter.
Laos
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,779 per liter alias Rp31.945 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$2,163 per liter alias Rp38.840 per liter.
Kamboja
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,546 per liter alias Rp27.761 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,259 per liter alias Rp22.607 per liter.
Myanmar
Rata-rata nilai bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Laos mencapai US$1,397 per liter alias Rp25.085 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,351 per liter alias Rp24.259 per liter.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·