Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2026 |17:43 WIB

Harga BBM (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan nilai BBM subsidi dan nonsubsidi pada 1 April 2026.
Menanggapi perihal itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengapresiasi langkah pemerintah nan tidak meningkatkan nilai BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Solar, di tengah ketegangan geopolitik di area Timur Tengah.
Menurutnya kebijakan tersebut merupakan langkah tepat untuk mencegah terjadinya inflasi serta menjaga daya beli masyarakat, sehingga sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen tidak terhambat.
Kapoksi Fraksi Gerindra Komisi VII DPR-RI ini mencontohkan kebijakan serupa di Malaysia, di mana hingga saat ini nilai BBM subsidi belum mengalami kenaikan. RON 95 tetap berada di kisaran 1,99 ringgit alias sekitar Rp8.800 per liter, sementara diesel berada di level 2,15 ringgit alias sekitar Rp9.000 per liter.
Hal nan sama juga terjadi di Brunei Darussalam. Negara tersebut, ungkap BHS, mempertahankan nilai premium di kisaran 0,53 dolar Brunei alias sekitar Rp6.400 per liter, serta RON 97 di level 0,88 dolar Brunei alias setara Rp10.700 per liter tanpa subsidi.
Dia menilai, Indonesia berbareng Malaysia dan Brunei Darussalam sebagai negara penghasil minyak mentah mempunyai keahlian untuk menjaga stabilitas nilai daya domestik.
Namun demikian, dia menyebut bahwa andaikan Indonesia mempunyai keahlian fiskal nan memadai, maka pemerintah diharapkan tidak meningkatkan nilai BBM subsidi, khususnya untuk sektor transportasi publik massal seperti bus, truk dan kereta api, kapal penumpang laut termasuk, pikulan penumpang penyeberangan Ferry.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·