Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dalam kondisi kondusif dan tersedia bagi masyarakat. Hal tersebut seiring dengan kenaikan nilai BBM non subsidi Pertamax Series beberapa hari lalu.
Pertamina menerangkan penyaluran di seluruh jaringan SPBU tetap melangkah normal sesuai penugasan pemerintah, didukung oleh sistem logistik serta prasarana nan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok melalui terminal BBM, armada distribusi, hingga sistem pemantauan. Langkah tersebut diambil untuk menjamin kebutuhan daya masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
"Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan pengedaran ke seluruh SPBU melangkah normal. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Roberth, dikutip Senin (15/6/2026).
Roberth menjelaskan dengan support jaringan prasarana daya nan tersebar dari Sabang hingga Merauke, Pertamina dapat menjaga keandalan pasokan dan melakukan respons sigap andaikan diperlukan penambahan pasokan di wilayah tertentu.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya dengan jaringan unit operasi kami di 8 Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8) dalam rangka melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan jasa daya kepada masyarakat tetap melangkah optimal. Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan pengedaran agar pasokan tetap terjaga," lanjutnya.
Selain memastikan kesiapan stok, Pertamina Patra Niaga juga menjalankan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan ketentuan dan izin nan ditetapkan pemerintah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk Bijak menggunakan Energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan nan digunakan. Pertamina Patra Niaga bakal terus menjalankan tugas penyaluran daya dengan optimal serta memastikan kesiapan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga," tutup Roberth.
Berikut daftar nilai BBM di SPBU Pertamina, bertindak mulai 10 Juni 2026:
Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.
Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.
Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, tetap.
Dexlite Rp 23.000 per liter, tetap.
Pertamina DEX Rp 24.800 liter, tetap.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·