
Konflik di Timur Tengah mengganggu rantai pasok minyak bumi dan memicu lonjakan nilai minyak. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA — Meningkatnya tensi bentrok di Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu stabilitas pasokan daya global, termasuk bagi Indonesia.
Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak bumi sekaligus jalur krusial pengedaran daya internasional.
“Konflik nan terjadi di area tersebut sangat berpotensi mengganggu rantai pasok minyak bumi dan memicu lonjakan nilai minyak mentah global,” ujar pengamat daya Sofyano Zakaria, Sabtu (7/3/2026).
Oleh lantaran itu, Indonesia, sebagai negara nan tetap berjuntai pada impor minyak mentah dan BBM, tentu sangat rentan terhadap akibat gejolak geopolitik tersebut.
"Pemerintah kudu segera memperkuat sistem ketahanan daya nasional,” kata Sofyano Zakaria.
Ia menilai salah satu langkah krusial nan kudu segera dilakukan pemerintah adalah memperkuat persediaan minyak, BBM, dan LPG nasional. Selama ini, kata dia, tanggung jawab penyediaan persediaan daya tersebut tetap dibebankan kepada PT Pertamina (Persero).
Padahal, menurutnya, sesuai dengan ketentuan peraturan nan ada, persediaan daya strategis semestinya menjadi tanggung jawab negara melalui pemerintah, bukan hanya menjadi beban badan usaha. “Hal ini bertindak di semua negara,” tukas Sofyano.
“Sudah saatnya pemerintah mengambil peran penuh dalam pembiayaan dan pengelolaan persediaan minyak, BBM, dan LPG nasional. Cadangan daya strategis adalah bagian dari ketahanan nasional sehingga tidak semestinya sepenuhnya dibebankan kepada Pertamina,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan pemegang Izin Niaga Umum (INU) BBM di Indonesia.
Ia mengusulkan agar seluruh perusahaan pemegang INU diwajibkan membuktikan secara nyata kepemilikan akomodasi storage tank alias tangki penyimpanan BBM sebagai bagian dari prasarana upaya nan wajib dimiliki.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·