Harga Ayam & Telur Sudah Mulai Naik, Mentan Jamin HAP Dijaga

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Mentan Amran Sulaiman ditemui di instansi Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut nilai ayam dan telur sudah kembali naik usai sempat turun. Untuk itu, Amran juga sudah mendapat laporan dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) pada Senin (27/7).

Karena nilai sudah kembali naik, Amran juga memastikan bahwa dia bakal terus menjaga nilai ayam dan telur sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP).

“Alhamdulillah Pinsar tadi melaporkan bahwasannya nilai ayam, nilai telur sudah naik. Tetapi kami juga tadi pagi-pagi berbareng Kepala BGN, kita sudah sepakat menjaga nilai komoditas pertanian khususnya ayam dengan telur. Jadi kelak dikontrol harganya tidak boleh dibawa nilai pembelian pemerintah,” kata Amran ditemui di instansi Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).

HAP daging ayam bakal dijaga pada Rp 25 ribu per kg sementara telur bakal dijaga di Rp 26.500 per kg. HAP tersebut juga bertindak untuk pembelian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah sepakat dengan jika nilai ayam, jika tidak salah Rp 25.000 per kg dan nilai telur itu Rp 26.500 nilai pembelian pemerintah,” ujarnya.

Telur ayam di Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: Widya/kumparan

Terkait kenaikan nilai telur dan ayam nan baru terjadi beberapa pekan belakangan berbarengan dengan dimulainya kembali program MBG untuk anak sekolah usai libur, Amran menyebut salah satu aspek naiknya kembali nilai telur dan ayam usai turun memang MBG. Hal ini lantaran MBG merupakan penyerap bagi beragam komoditas pertanian.

“Jadi gini, MBG adalah off taker untuk produksi-produksi pertanian, 160 juta petani peternak, pekebun nan menjadi off taker mereka. Jadi off takernya, MBG adalah off takernya komoditas pertanian,” kata Amran.

Adapun pada Minggu (26/7), nilai telur dan daging ayam di Jakarta memang sudah terpantau beranjak naik usai sempat ambruk saat memasuki musim libur sekolah.

Salah satunya terpantau di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Di pasar tersebut, nilai telur ayam terpantau berada pada level Rp 27.000 per kg. Jamaludin (18) nan merupakan pedagang telur di sana mengungkap kenaikan sudah terjadi sekitar lima hari.

“Normal, sebelumnya Rp 24.000 sampai Rp 25.000, sudah lima harian (naik),” kata Jamaludin kepada kumparan.

Selain Jamaludin, Bagus (24) nan juga unik berbisnis telur mengungkap sekarang nilai telur mulai normal. Adapun pada saat ambruk beberapa waktu lalu, nilai telur mencapai Rp 23.000 per kg.

“Rp 27.000 per kg, kemarin sampai Rp 23.000 per kg, mulai Jumat kemarin si. Enggak tau (karena apa sebabnya),” ujar Bagus.

Di samping itu, nilai daging ayam nan juga sempat ambruk tercatat sudah mengalami kenaikan. Ana (55) nan merupakan seorang pedagang daging ayam pangkas di Pasar Kramat Jati menjelaskan bahwa sekarang nilai ayam memang berangsur normal usai sempat ambruk ke Rp 25.000 per kg.

“Naik, udah ada 5 hari (naik), kemarin Rp 25.000 per kg, sekarang (jual) Rp 35.000 per kg,” ujarnya.

Aktivitas penjual daging ayam melayani pembeli di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Bergeser ke Jakarta Selatan, kumparan juga mendatangi Pasar Tebet Timur (PSPT). Di sana, nilai telur juga tercatat mulai naik dan dijual di kisaran Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg.

“Ya lumayan udah ada kenaikan dikit, sekarang Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg. Kemarin (pas anjlok) sempat Rp 24.000, Rp 23.000 per kg. Dari Senin mulai sekolah sudah mulai naik lagi,” ujar Arif (39) nan merupakan salah satu pedagang telur di PSPT.

Tren serupa juga terjadi pada nilai daging ayam. Usai sempat anjlok, Erna (50) nan merupakan pedagang ayam di sana menjelaskan sekarang nilai daging ayam sudah mulai kembali naik ke level Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per ekor.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan