Harga Avtur Naik Serentak di Semua Bandara, di Bali Tembus Rp 29 Ribu/Liter

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga meningkatkan nilai jual avtur untuk penerbangan domestik maupun internasional pada periode 1-31 Mei 2026.

Kenaikan nilai terjadi di seluruh bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS).

Berdasarkan info dalam laman Pertamina One Solution, Selasa (5/5/2026), nilai avtur/Jet A1 di Bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan domestik naik dari Rp 23.551 per liter menjadi 27.357 per liter. Sementara nilai avtur untuk penerbangan domestik naik dari 142,3 USCents per liter jadi 162,9 USCents per liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian untuk nilai avtur penerbangan domestik di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) naik dari Rp 25.343 per liter menjadi Rp 29.149 per liter. Kemudian untuk nilai avtur penerbangan internasional naik dari 152,9 USCents per liter jadi 173,4 USCents per liter.

Begitu juga di Bandara Kertajati (KJT), nilai avtur untuk penerbangan domestik meningkat dari Rp 23.551 per liter menjadi Rp 27.357 per liter. Sementara nilai avtur untuk penerbangan domestik naik dari 143 USCents per liter jadi 162,9 USCents per liter.

Di Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG) untuk avtur domestik naik dari Rp 25.309 per liter menjadi Rp 29.116 per liter, dan avtur internasional dari 152,7 USCents jadi 173,2 USCents. Sementara nilai avtur domestik di Bandara Juanda Surabaya naik dari Rp 25.131 per liter jadi Rp 28.398 per liter, dan avtur internasional dari 151,7 USCents jadi 172,2 USCents.

Kenaikan serupa juga terlihat di beragam airport di luar area Jawa-Bali seperti Batam (BTH), Banda Aceh (BTC), Gorontalo (GTO), Kendari (KDI), Kupang (KOE), hingga Samarinda (AAP).

Kenaikan Harga Avtur di Indonesia

Dalam catatan detikcom, nilai avtur melonjak imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kenaikan nilai ini sudah terjadi sejak awal April 2026.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association alias INACA) melaporkan nilai avtur untuk domestik per 1-30 April naik rata-rata 70%, sedangkan untuk internasional naik 80%.

Bersamaan dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya kenaikan nilai avtur oleh Pertamina. Namun, dia menyebut nilai avtur di Indonesia lebih kompetitif dibanding negara tetangga.

"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan nilai avtur di negara lain, khususnya negara tetangga, itu kita tetap jauh lebih kompetitif," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Bahlil menjelaskan, nilai avtur mengikuti sistem pasar. la menyebut jasa pengisian avtur tidak hanya dilakukan kepada pesawat domestik melainkan pesawat dari luar negeri di Indonesia.

"Harga avtur memang ini kan adalah nilai pasar, dan otomatis lantaran ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri nan masuk, maka sistem nan terjadi adalah sistem pasar," sebut Bahlil.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance