Harapan Erick Thohir Jelang Penampilan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Senin, 23 Februari 2026 |21:44 WIB

Harapan Erick Thohir Jelang Penampilan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Ketum PSSI, Erick Thohir berbareng pembimbing Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, memberikan respons antusias mengenai bergulirnya arena FIFA Series 2026 di Tanah Air. Erick menilai turnamen ini merupakan momentum krusial sekaligus panggung ideal untuk menguji ketangguhan mental serta kesiapan strategi Timnas Indonesia di bawah pembimbing baru, John Herdman.

FIFA resmi merilis agenda FIFA Series 2026 dengan menunjuk Jakarta sebagai salah satu tuan rumah pada 27 dan 30 Maret mendatang. Penunjukan ini menjadi momentum krusial bagi Timnas Indonesia untuk kembali unjuk kapabilitas di panggung internasional.

Seluruh pertandingan bakal dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta nan kembali dipercaya menjadi panggung laga internasional. Selain Indonesia, tiga negara dari konfederasi berbeda turut ambil bagian ialah Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis.

Keberagaman latar belakang sepak bola para peserta dipandang Erick sebagai nilai plus nan jarang didapat dalam satu turnamen singkat. Pria nan juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memandang arena ini sebagai kesempatan emas untuk mengukur kesiapan teknis dan mental para pemain menghadapi corak permainan lintas benua.

1. Panggung Adaptasi Taktik John Herdman

"Ajang ini tak hanya menjadi uji coba nan baik bagi pembimbing baru, John Herdman, tapi juga kesempatan bagi para pemain Timnas untuk menjajal keahlian dan style bermain berbeda dari konfederasi berbeda," ujar Erick Thohir dikutip dari rilis resmi PSSI, Senin (23/2/2026).

John Herdman John Herdman

Erick menambahkan bahwa FIFA Series adalah arena nan sangat tepat untuk uji coba lantaran Timnas bakal langsung dihadapkan pada dua style permainan nan kontras. Situasi tersebut diyakini bisa mempercepat proses penyesuaian strategi nan tengah dibangun tim pelatih.

Pada 27 Maret 2026, Indonesia bakal langsung menghadapi tantangan dari St. Kitts and Nevis dalam laga pembuka. Pertemuan ini menjadi ujian awal nan tidak bisa dianggap remeh oleh Skuad Garuda.

"Di pertandingan pertama, Indonesia bakal melawan St. Kitts and Nevis (CONCACAF), nan merupakan jejak koloni Inggris. Gaya main mereka banyak mengangkat British football style, dan juga mengandalkan counter attack," jelas Erick.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com