ilustrasi(Magnific)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur nyaris seluruh wilayah Sumatera Utara pada Rabu (5/8).
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri, menyampaikan bahwa cuaca di Sumatera Utara pada Rabu pagi secara umum diprakirakan berawan. Namun, terdapat potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Nias dan sekitarnya.
"Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi nyaris merata di wilayah Sumatera Utara," kata Putri, Selasa (4/8).
BMKG mencatat kondisi serupa tetap bersambung pada malam hari dengan potensi hujan ringan di nyaris seluruh wilayah Sumatera Utara. Sementara pada awal hari, cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, dan sekitarnya.
Secara umum, suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 15 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga timur laut dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengingatkan penduduk untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem di sejumlah titik.
"BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi hujan nan dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah pantai barat Sumatera Utara. Kondisi tersebut berpotensi memicu musibah hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor," jelasnya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, menambahkan bahwa aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby serta ditemukannya wilayah belokan angin dan konvergensi turut mendukung aktivitas konvektif di wilayah Sumatera bagian utara.
Suhu muka laut nan hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan, sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer dan memicu pembentukan awan hujan.
Di sisi lain, pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara umumnya bergerak dari barat daya menuju utara dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 knot. Kondisi ini memicu munculnya gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara.
BMKG mencatat gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berkesempatan terjadi di perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, serta perairan barat Sumatera Utara.
Adapun gelombang nan lebih tinggi, ialah mencapai 2,5 hingga 4 meter, berpotensi menerjang area Samudera Hindia di barat Kepulauan Nias. (Ant/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·