Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia nan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri agenda Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
Prabowo mengatakan Indonesia selama puluhan tahun telah terbuka mengenai kebijakan luar negerinya. Indonesia, kata dia, berupaya membangun hubungan terbaik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.
"Maksud saya, Indonesia telah sangat terbuka selama berpuluh-puluh tahun. Kami terbuka tentang kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami mau mempunyai hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Secara tradisi, kami non-blok," kata Prabowo.
Prabowo kemudian menegaskan Indonesia tidak menjadi bagian dari aliansi militer tertentu. Sikap tersebut melangkah beriringan dengan kebijakan ekonomi Indonesia nan menurutnya juga independen dan terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh negara.
"Seperti nan saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan. Secara ekonomi, kami juga independen dan kami mau bekerja sama dengan semua kawan kami. Kami mau bekerja sama dengan semua negara. Ini sangat terbuka sejak hari pertama semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka tahu ini. Dan kami menawarkan perdagangan nan adil," ujarnya.
Menurut Prabowo, posisi tersebut tidak menjadi persoalan bagi Indonesia lantaran sejak awal seluruh mitra mengetahui sikap Indonesia. Pemerintah juga tidak mau membangun kerja sama dengan satu pihak nan berpotensi merugikan kepentingan pihak lainnya.
"Jadi, kami tidak memandang masalah nyata bagi kami. Tetapi seperti nan saya katakan, lantaran kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak bakal bekerja sama dengan satu golongan nan merugikan kepentingan golongan lain. Kami bakal memperlakukan semua orang nan mau datang ke Indonesia dengan adil. Kami bakal memberikan perlakuan nan sama kepada semua orang nan datang ke Indonesia, dan kami bernegosiasi. Kami tidak mau menakut-nakuti siapa pun," terang dia.
Prabowo menyebut sikap tersebut sebagai posisi Indonesia dalam membangun hubungan dengan negara-negara lain. Ia mengatakan Indonesia mau tetap terbuka dalam menjalin hubungan dan kerja sama tanpa menakut-nakuti negara mana pun.
"Jadi, itulah posisi kami. Dan seperti nan saya katakan, hubungan kami dengan Rusia adalah hubungan nan sangat panjang, Anda tahu. Jadi, kami sangat terbuka," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung sejarah hubungan Indonesia dengan Rusia, khususnya support Uni Soviet pada masa awal Republik Indonesia.
Ia mengatakan Indonesia tidak melupakan sejarah ketika negara tersebut tetap berada dalam kondisi lemah sebagai republik nan baru berdiri.
"Kami mengatakan bahwa ketika kami lemah, ketika kami tetap republik muda, tidak ada nan betul-betul memikirkan kami. Saat itu, ya, memang Uni Soviet, tetapi maksud saya mereka membantu Indonesia ketika kami sangat lemah," tambah dia.
Menurut Prabowo, sejarah tersebut diketahui banyak pihak dan Indonesia tidak mempunyai argumen untuk menutupinya.
"Jadi, semua orang tahu sejarah ini dan kami tidak malu dengan sejarah ini. Terima kasih," pungkasnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·