Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri langsung obrolan publik nan digelar BEM KM Universitas Andalas (Unand). Andre datang di tengah dinamika kritik nan berkembang terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.
Diskusi digelar dengan tema 'Menguliti Narasi Keberhasilan Pemerintah Pusat di Tengah Krisis Daerah', Kamis (9/4/2026). Andre menyebut kedatangannya ke Kampus Unand bukan sekadar menghadiri forum diskusi, tetapi juga mendengar langsung aspirasi mahasiswa.
"Saya dulu juga Presiden Mahasiswa. Saya tahu rasanya berjuang di jalan. Tapi kritiklah dengan info dan fakta, jangan hanya dengan narasi tanpa dasar. Diplomasi dan info itu jauh lebih kuat daripada sekadar teriakan," kata Andre nan juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andre juga meninjau sejumlah program pembangunan nan sedang melangkah di Unand. Salah satunya pembangunan gedung serbaguna nan didukung biaya CSR Pertamina nyaris Rp 9 miliar dan ditargetkan selesai 21 Juni 2026.
Andre turut menyampaikan rencana pembangunan jogging track di area lapangan dekat instansi rektor serta percepatan persoalan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa nan nonaktif saat memasuki perguruan tinggi.
"Saya sudah telepon Menteri Pendidikan di depan Pak Rektor. Insyaallah tanggal 26 alias 27 kelak kita bawa perwakilan Unand berjumpa langsung untuk mencarikan solusi," ujarnya.
Selain itu, Andre juga menjawab kritik mahasiswa mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Andre menegaskan program tersebut merupakan intervensi krusial untuk menekan nomor stunting di Sumatera Barat.
Dia menyebut program MBG memberi akibat ekonomi besar bagi masyarakat lantaran sebagian besar anggarannya beredar di tingkat lokal.
"Perputaran duit dari MBG di Sumatera Barat mencapai sekitar Rp10 sampai Rp12 triliun. Sekitar 86 persen dinikmati masyarakat sekitar sekolah dan pelaku UMKM," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Andre juga menjelaskan upaya pemerintah dalam memperkuat prasarana Sumatera Barat, termasuk rencana pembangunan jalan tol Sicincin-Bukittinggi nan ditargetkan mulai Oktober 2026. Dia juga mengungkap upaya mengaktifkan kembali jalur kereta api nan belum optimal akibat keterbatasan standar rel lama.
Adapun Andre menyinggung support pembelaan bagi masyarakat mini nan memerlukan keadilan serta percepatan pembangunan 40 unit kediaman sementara bagi masyarakat terdampak musibah di Batang Anai, Padang Pariaman.
"Kita tidak boleh memandang ini sebagai urusan politik. Ini soal kemanusiaan nan kudu menjadi prioritas," ujarnya.
Andre membujuk mahasiswa Unand menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan serta tidak mudah terpengaruh info nan tidak utuh. Dia mengatakan pemerintah terbuka dengan kritik berasas info dan fakta.
"Kampus adalah tempat intelektual. Kritiklah dengan info dan fakta. Kami tidak antikritik," katanya.
Andre meminta mahasiswa tetap kritis tapi kudu beradab. Menurutnya menyebut 'Presiden Pakak' kurang beretika.
"Semoga ke depan lebih beretika dalam beraktivitas. Karena saat ini kebebasan beranggapan begitu dihargai oleh negara. Presiden Prabowo sangat terbuka dari semua kritik. Prabowo berpihak kepada rakyat, bukan oligarki," katanya.
Presiden Mahasiswa KM Unand Shabbarin Syakur menegaskan kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari kegunaan kontrol sosial dan disusun berasas kajian lapangan nan dilakukan tim BEM.
"Suara nan kami bawa di BEM Unand ini bukan bunyi hasil karangan di atas meja. Kami punya tim kajian nan turun langsung mendengar keluhan di bawah," kata Syakur.
Dia menyebut, mahasiswa tidak menolak program MBG, tetapi menilai implementasinya tetap perlu pertimbangan agar sesuai dengan kebutuhan wilayah dan masyarakat.
"Kami sepakat stunting kudu ditekan. Namun implementasinya tetap terkesan terburu-buru dan top-down. Ini nan kami sebut perlu pertimbangan total," ujarnya.
Syakur juga meminta transparansi rantai pasok program MBG agar betul-betul memberi faedah bagi petani dan pelaku upaya lokal di Sumatera Barat serta menekankan pentingnya penggunaan produk lokal dalam program tersebut. Ia juga menegaskan mahasiswa bakal mengawal komitmen Andre mengenai penyelesaian persoalan KIP mahasiswa nan nonaktif.
"Kami bakal kawal janji pertemuan dengan Menteri Pendidikan tanggal 26 alias 27 nanti," katanya.
Selain itu, Syakur mengingatkan agar pembangunan prasarana tidak mengabaikan kewenangan masyarakat lokal serta menekankan pentingnya mitigasi musibah jangka panjang di Sumatera Barat.
Panelis diskusi, pengajar FISIP Unand dr Indah Adi Putri, menilai program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan nomor stunting di Sumatera Barat.
Namun dia menekankan pentingnya pengawasan standar higienitas makanan serta transparansi penyaluran support sosial, termasuk penyelesaian persoalan administratif KIP mahasiswa agar tidak menghalang akses pendidikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan kebutuhan lokal serta kerjasama perguruan tinggi dengan bumi upaya agar lulusan perguruan tinggi bisa menjawab kebutuhan industri.
Senada dengan itu, pengajar FISIP Unand dr Malse Yulivestra menyoroti pentingnya keberlanjutan program pemerintah serta memastikan rantai pasok MBG melibatkan petani dan peternak lokal agar akibat ekonominya betul-betul dirasakan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kecermatan info dalam penyusunan kebijakan pembangunan serta kesiapan sosial masyarakat dalam program penanganan pascabencana, termasuk pembangunan kediaman sementara di Batang Anai.
Sementara itu, pengajar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand dr Hary Efendi Iskandar mengapresiasi kehadiran Andre Rosiade nan memenuhi undangan mahasiswa di tengah dinamika kritik nan berkembang. Menurutnya, kehadiran Andre menunjukkan komitmen aktivisme nan tetap kuat serta pentingnya ruang perbincangan antara mahasiswa dan kreator kebijakan tetap terjaga.
"Diundang sama adik-adik lantaran jiwa aktivisnya datang ke sini. Sebenarnya beliau bisa saja tidak merespons, tapi justru datang berbincang berbareng mahasiswa. Ini perlu kita apresiasi," kata Hary.
Ia juga menilai dinamika kritik mahasiswa nan sempat viral merupakan bagian wajar dari tradisi intelektual kampus dan tidak perlu dipertajam secara berlebihan.
"Saya pengajar Budaya, dan bahasa pakak ini rasanya biasa. Tapi dinamika obrolan ini sangat baik," katanya.
Hary apalagi menyebut Andre sebagai salah satu politisi Sumatera Barat nan selama ini konsisten mendorong pembangunan wilayah serta terbuka terhadap masukan dari kalangan kampus.
(idn/dhn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·