Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |20:43 WIB

40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM turut berperan-serta dalam aktivitas di Singapura. (Foto ;Okezone.com/Kemendag)
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong ekspansi pasar bagi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia ke pasar internasional, khususnya sektor makanan dan minuman, di tengah ketidakpastian perdagangan global.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan promosi ekspor dan pembukaan akses ke rantai pasok regional agar pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Dalam arena internasional di Singapura, sebanyak 40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM turut berperan-serta dalam aktivitas tersebut. Produk nan ditampilkan meliputi madu, ramuan organik, produk pertanian, serta jenis makanan dan minuman.
Selama aktivitas berlangsung, tercatat 14 perjanjian ekspor dengan nilai USD3,17 juta alias sekitar Rp54,5 miliar. Selain itu, terdapat potensi transaksi lanjutan nan diperkirakan mencapai USD10,3 juta alias sekitar Rp177 miliar, mencakup produk mi instan sehat, makanan ringan organik, produk perikanan, susu, hingga jenis rempah.
Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, menekankan pentingnya peran pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendukung UMKM agar bisa menembus pasar global.
“Di tengah ketidakpastian perdagangan global, krusial bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perdagangan untuk datang mendukung UMKM, mulai dari pembinaan, pembiayaan, hingga promosi ke pasar ekspor global,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyatakan bahwa promosi berkepanjangan menjadi kunci untuk membuka akses pasar nan lebih luas bagi UMKM Indonesia.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·