
Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat
JAKARTA - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib namalain Gus Salam, bersilaturahmi berbareng jejeran PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok Tengah.
Gus Salam nan juga cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri, ini menegaskan rangkaian kunjungan nan dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi, melainkan menjalankan pengarahan guru.
“Karenanya, saya adalah santri sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasehat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke35, nanti, saya tetap sam’an wa tho’atan,” ujar Gus Salam, Senin (3/8/2026).
Menurut Gus Salam, ikhtiarnya telah dia lakukan di 27 provinsi. Dalam silaturahmi berbincang menyerap aspirasi, sekaligus membangun kepercayaan dengan PWNU-PCNU, fungsionaris dan tokoh-tokoh NU.
Namun jika dia ditakdirkan menjadi ketua PBNU, kelak. Sesungguhnya, dirinya bukanlah pemimpin, tapi santri nan meladeni (mengurus) NU.
Pemimpin NU tetaplah Hadratussyeikh Mbah Hasyim As’ari, Mbah Wahab, Mbah Bishri dan Para Pendahulu NU. “Kesimpulannya, lantaran ini dawuhnya kiyai, kita berupaya semaksimal mungkin,”sebutnya.
Di hadapan pengurus PWNU-PCNU se-NTB, Gus Salam memberi sorotan pada pendapat peran dan tanggung jawab NU berdasar potensi dan kesempatan di daerah. Salah satunya sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB.
“NU kudu mendorong, apalagi memfasilitasi keberdayaan ekonomi penduduk NU di sektor pariwisata. Wisata legal tentunya, namun berbobot dan inklusif. Karena potensi ekonomi pariwisata di NTB sangat besar,” ujar Gus Salam.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·