Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU Saifulah Yusuf (tengah) dalam konvensi pers pembeberan hasil kompilasi tema-tema sentral hasil Muktamar ke-35 NU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/9/2026).(Antara)
KETUA Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menegaskan bahwa mengaitkan kondisi internal organisasi dengan latar belakang golongan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah tindakan nan tidak tepat.
Gus Ipul menyatakan bahwa persoalan di tubuh NU tidak semestinya direduksi menjadi sekadar sentimen antarkelompok alias latar belakang organisasi kader tertentu. Hal ini disampaikan guna merespons narasi nan berkembang pasca-penyelenggaraan muktamar.
“Tidak ada urusan PMII, HMI di dalam muktamar ini. Ini adalah urusan Nahdlatul Ulama. Jangan direduksi, jangan dikecilkan menjadi urusan PMII dan HMI, tidak ada urusannya itu,” ujar Gus Ipul dalam konvensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Hasil Muktamar dan Kepengurusan Baru
Gus Ipul memastikan bahwa seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU telah melangkah dengan baik, demokratis, dan tepat waktu. Proses tersebut menghasilkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026-2031.
| Rais Aam | KH Miftachul Akhyar | 2026-2031 |
| Ketua Umum PBNU | Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) | 2026-2031 |
Menurutnya, NU merupakan jamiyah besar nan bukan milik individu, kelompok, partai politik, maupun organisasi mahasiswa tertentu. Keberhasilan organisasi kudu dilihat secara utuh dan objektif sebagai satu kesatuan Nahdlatul Ulama.
Bantahan Isu Intervensi dan "Paket Istana"
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menepis rumor adanya "Paket Istana" dalam proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan diambil melalui sistem organisasi nan transparan dan rapat resmi, bukan atas pertimbangan pribadi alias intervensi pihak luar.
“Jadi itu prosesnya terbuka dan transparan. Tidak ada paket Istana, ya. nan ada ini adalah paket dari peserta muktamar,” tegasnya.
Ia meminta agar narasi pertentangan antarkelompok dihentikan lantaran berpotensi mengecilkan marwah NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar. Gus Ipul berambisi semua pihak dapat menerima hasil muktamar dan menghentikan komentar-komentar nan tidak produktif bagi kemajuan organisasi ke depan. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·