Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan gelaran Muktamar ke-35 NU bakal dilaksanakan Agustus 2026. Namun letak kota alias wilayah pelaksanaannya belum ditentukan.
Gus Ipul mengatakan saat ini terdapat sejumlah pengganti letak nan sedang dipertimbangkan. Banyaknya wilayah nan mengusulkan diri untuk menjadi tempat penyelenggaraan, membikin PBNU kudu melakukan proses kurasi sebelum memutuskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ah, belum diputuskan jika [lokasi muktamar] itu. Tunggu aja, banyak alternatif, banyak juga nan meminta kesediaan menjadi tuan rumah," kata Gus Ipul di sela meninjau proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini mengatakan sejumlah opsi tempat penyelenggaraan muktamar ini bakal dibahas dan diputuskan oleh ketua tertinggi PBNU ialah Rais Aam dan Ketua Umum.
"Jadi, lagi proses, tentu kelak bakal dibahas melalui rapat alias diputuskan oleh Rais Aam dan Ketua Umum. Intinya kita konsentrasi untuk penyelenggaraan Muktamar pada bulan Agustus nan bakal datang," ujarnya.
Lebih lanjut, keputusan untuk menyelenggarakan Muktamar pada Agustus 2026 ini, kata Gus Ipul merupakan tindak lanjut dari rapat pleno dan rapat campuran nan telah digelar sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai respons aspirasi dari PWNU di seluruh Indonesia nan menginginkan kejelasan waktu pelaksanaan.
Gus Ipul nan juga menjadi Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar NU ke-35, ini menyebut pihaknya tengah bekerja dan melakukan persiapan intensif.
"Sesuai dengan hasil rapat keputusan ya, sesuai dengan keputusan rapat pleno dan rapat campuran penyelenggaraan direncanakan pada bulan Agustus. Ini sejalan dengan aspirasi wilayah. Oleh lantaran itu, kita sekarang sedang bekerja keras, ya, di bawah pengarahan Rais Am untuk menyelenggarakan Muktamar pada bulan Agustus," lanjutnya.
Terkait kesiapan organisasi, PBNU telah merampungkan pembentukan susunan panitia, mulai dari panitia inti hingga struktur komplit di beragam bidang. Dokumen tersebut sekarang hanya tinggal menunggu pengesahan akhir dari pemegang kebijakan tertinggi di PBNU.
"Ya, jadi panitia juga panitia inti sudah terbentuk susunan panitia lengkapnya juga sudah selesai tinggal menunggu persetujuan Rais Aam dan Ketua Umum," tutupnya.
(frd/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·