Gus Ipul: Jika Ada Bukti Korupsi di Kemensos, Kami Jadi yang Pertama Melapor

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pasca-Apel Ikrar Tanpa Korupsi di Kementerian Sosial RI, Senin (18/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bakal menindak tegas dugaan penyimpangan dalam pengadaan peralatan dan jasa di Kementerian Sosial. Ia menyatakan, bakal menjadi pihak pertama nan melaporkannya kepada abdi negara penegak norma jika ditemukan bukti korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai memimpin Apel Ikrar Tanpa Korupsi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (18/5).

“Kami dengan Pak Wamen sudah berkomitmen sejak awal untuk menjaga seluruh program Bapak Presiden tidak dikotori dengan korupsi. Dan kami jika temukan bukti bakal menjadi pihak pertama untuk melaporkan,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan seluruh masukan, kritik, dan laporan masyarakat, termasuk nan beredar di media sosial, sedang ditindaklanjuti melalui pemeriksaan internal oleh Inspektorat Jenderal Kemensos.

“Kalau dianggap ada pengadaan nan terlalu mahal, kemahalan, alias mungkin dianggap markup, itu kita tidak diam. Kita tindak lanjuti dengan beragam langkah nan sesuai ketentuan melalui Inspektorat Jenderal,” ujarnya.

Gus Ipul menyebut bahwa setiap pengadaan pasti ada penanggungjawabnya. Dia pun menyatakan terbuka jika perlu diaudit.

"Semua ada penanggung jawabnya. Jadi pengadaan-pengadaan nan ada itu, apakah mungkin mesin cuci disebut ya, kemudian tadi apa, figura, nan lain-lain nan sering-sering disebut, semuanya ada penanggung jawabnya. Bukan langsung shopping ya, tiba saat tiba akal. Enggak. Tapi itu semua ada proses, ada penanggung jawabnya, dan tentu bisa diaudit," paparnya.

Gus Ipul tak menampik bahwa saat ini ada dua orang pejabat di Kemensos nan sedang dibebastugaskan setelah ada temuan mengenai dengan proses pengadaan peralatan dan jasa program Sekolah Rakyat.

Dua pejabat nan dibebastugaskan sementara adalah Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.

"Nanti Irjen ya nan sedang bekerja. Tetapi penggantinya juga sudah kita siapkan untuk sementara. Sampai kelak kemudian sudah ada laporan komplit dari Pak Irjen," ucap Gus Ipul.

Kemensos pun turut menggandeng KPK agar proses pengadaan menjadi lebih baik lagi. Baik dalam perihal tata kelola maupun SDM.

"Baik itu menyangkut SDM ya, kemudian tata kelola-tata kelola nan lain nan kita perlu perkuatan di titik-titik tertentu. Jadi masukannya dari KPK banyak sekali dan bakal kita tindak lanjuti. Maka itu, kita pertimbangan semuanya. Kemarin Pak Sekjen sudah menjelaskan, sementara ini kita pertimbangan perencanaannya, setelah itu kata kita bakal lanjutkan dengan pengadaannya. Jadi ini sebagai semua bagian dari tindak lanjut dan mengapresiasi seluruh pendapat dari masyarakat," paparnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan