Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menanggapi viralnya harga sepatu program Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp 700 ribu per pasang untuk siswa SD hingga SMA. Harga tersebut menuai sorotan di media sosial lantaran dinilai tidak wajar dan mencurigakan.Menurut Gus Ipul, anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat tahun 2025 telah melangkah sesuai prosedur dan diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun jika ada anomali, pihaknya terbuka memberikan penjelasan.
“Setiap temuan-temuan tentu bakal segera kami tindaklanjuti sebagai catatan agar tidak terulang pada tahun-tahun berikutnya,” tegas Gus Ipul.
Gus Ipul melanjutkan, pengadaan sepatu dilakukan melalui sistem resmi dengan penanggung jawab dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) alias Pokja, termasuk penetapan pagu anggaran nan telah melalui survei dan konsultasi.
“Dalam pengadaan sepatu ini, untuk siswa Sekolah Rakyat, tentu melalui prosedur nan telah ditetapkan, sistem pengadaan. Penanggung jawabnya adalah tentu PPK alias Pokja, mereka nan bertanggung jawab untuk itu,” jelas Gus Ipul.
“Pagunya telah ditetapkan, dan pagu ini ditetapkan setelah melalui survei, alias lebih sederhananya setelah melalui sistem nan ada. Jadi menetapkan pagu ini sebelumnya melalui survei dan kemudian dikonsultasikan, setelah itu ditetapkan sebagai pagu,” sambung dia.
Gus Ipul pun memastikan, pemenang tender dipilih berasas nilai paling kompetitif dengan spesifikasi sesuai standar. Produksi dapat melangkah dan kini sepatu telah didistribusikan kepada sekitar 32 ribu pelajar.
“Tentu nan paling murah dan memenuhi spesifikasi, memenuhi standar nan telah ditetapkan. Ini proses nan sudah dilakukan. Penganggarannya sudah semua dan sepatu tidak hanya satu (jenis). Ada beberapa (jenis)) sepatu di Sekolah Rakyat nan diberikan kepada siswa pada tahun 2025. Kita kebutuhan 32 ribu, tapi kita belanjanya 40 ribu untuk jaga-jaga jika ada nan rusak,” Gus Ipul menandasi.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·