Jakarta -
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengecek langsung kesiapan bilik bagi peserta Muktamar di Tower 5 Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA), Jombang. Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU ini apalagi ikut menempelkan stiker pembagian letak bilik bagi muktamirin.
Tak sekadar mengecek, keduanya juga ikut menata kamar. Gus Ipul Bersama Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) terlihat merapikan kasur nan berderet di ruang-ruang kelas kampus, sekaligus memasangkan cover kasur dan sarung bantal nan nantinya digunakan peserta Muktamar.
Seusai mengecek kamar, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) ini memimpin apel para panitia nan bakal bekerja melayani muktamirin di Tower 5 UNWAHA. Ia juga menggelar rapat berbareng jejeran panitia lokal untuk memastikan seluruh persiapan melangkah sesuai rencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hadapan panitia, Gus Ipul mengingatkan Muktamar ke-35 NU mempunyai makna tersendiri lantaran diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, pesantren nan mempunyai hubungan erat dengan sejarah para pendiri NU.
"Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh keahlian kita. Kita berambisi dari Muktamar ini mendapatkan keberkahan," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Gus Ipul memberikan apresiasi kepada seluruh jejeran panitia lokal nan bekerja keras menyiapkan Muktamar dalam waktu relatif singkat. Menurut Gus Ipul, letak Muktamar baru ditetapkan sekitar 50 hari sebelum pelaksanaan.
"Sekarang tinggal 17 hari lagi. Tetapi lantaran kerja sama dan kerja keras seluruh panitia, hari ini kita optimistis, insyaallah kita sangat siap," ujar Gus Ipul.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berjalan pada 27-31 Agustus 2026 di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Gus Ipul mengatakan PBNU juga bakal mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka Muktamar pada 27 Agustus.
"Insyaallah Presiden datang untuk membuka Muktamar pada tanggal 27 Agustus," kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jombang, khususnya penduduk nan tinggal di sekitar area pesantren dan lokasi-lokasi Muktamar.
Selama aktivitas berlangsung, mobilitas peserta dan penduduk NU nan datang ke Jombang diperkirakan bakal meningkat.
"PBNU memohon maaf jika kelak selama penyelenggaraan Muktamar ada pengalihan lampau lintas alias mungkin menimbulkan kemacetan. Kami minta maaf kepada masyarakat, khususnya nan berada di sekitar pesantren," ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, selain peserta resmi Muktamar, diperkirakan bakal banyak penduduk NU nan datang ke Jombang untuk ikut menyemarakkan forum tertinggi lima tahunan organisasi tersebut.
Gus Ipul sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak nan telah membantu persiapan Muktamar, mulai dari kepolisian, pemerintah wilayah (pemda), Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, hingga masyarakat sekitar.
"Kami berterima kasih kepada kepolisian, pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan terutama masyarakat di sekitar pesantren nan sejak awal ikut membantu dan mendukung persiapan Muktamar," kata Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Gus Rozaq membujuk seluruh panitia menjadikan kesempatan menjadi tuan rumah Muktamar sebagai momentum untuk berkhidmat dan melayani para ustad serta ustadz dengan sebaik-baiknya.
"Seratus tahun lagi belum tentu Muktamar kembali ke Tambakberas. Maka dari itu, mari kita serius melayani para ulama. Niatnya ditata, niat nan ikhlas," kata Gus Rozaq.
Menurut Gus Rozaq, penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU juga bakal menjadikan Tambakberas sebagai salah satu pusat perhatian penduduk Nahdliyin dari beragam daerah, apalagi dari luar negeri.
"Seluruh bumi bakal memandang Tambakberas. Karena itu, mari kita tunjukkan pelayanan terbaik kita kepada para kiai, ulama, dan seluruh muktamirin," pungkasnya.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·