Gus Falah Nilai Ajaran Taufiq Kiemas tak Boleh Mati

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gus Falah Nilai Ajaran Taufiq Kiemas tak Boleh Mati Gus Falah(dok.istimewa)

ANGGOTA Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah, membujuk semua pihak untuk terus menghidup-hidupkan spirit aliran Dr (HC) Taufiq Kiemas tentang toleransi dan penghormatan atas multikulturalisme. Spirit ini dibutuhkan untuk masyarakat Indonesia nan majemuk.

‘’Setiap tahun, spirit aliran almarhum Bapak Taufiq Kiemas senaja terus kami hidup-hidupkan lewat aktivitas haul seperti nan sekarang kita lakukan ini,’’ jelas Gus Falah saat memberi sambutan peringatan Haul ke-13 Dr (HC) Taufiq Kiemas di Masjid At-Taufiq, dikutip Selasa (9/6). 

Menurut Gus Falah, saat menjadi Ketua MPR RI sejak 1 Oktober 2009 - 8 Juni 2013, Taufiq Kiemas banyak meninggalkan legasi berharga, mulai dari memprakarsai Sosialiasi Empat Pilar, meluruskan sejarah kelahiran Pancasila 1 Juni, sampai meninggalkan jejak positif dalam berpolitik dengan berdirinya Masjid At-Taufiq di depan Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

‘’Sejarah positif seperti ini krusial disampaikan dan diperingati setiap tahun, agar generasi muda tahu sejarah dan tidak melupakannya. Banyak bangsa besar dibangun di atas narasi Sejarah positif para pendiri bangsa mereka,’’ jelas Gus Falah. 

Dalam konteks kebhinekaan Indonesia, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan X Jawa Timur (Lamongan Gresik) ini melukiskan Taufiq Kiemas tak ubahnya tokoh Bisma dalam bumi pewayangan. Akademisi Melisa Florence Schillevoort dalam artikelnya di sebuah jurnal pernah menganalisis karakter Bisma sebagai seorang sakti, berkuasa atas tahta Kerajaan Astina, tapi menolak jadi raja demi menghindari perpecahan dalam negara Astina. 

‘’Anak Prabu Santanu ini mempunyai karakter pemberani, pendidik, pengayom dan juga pemegang teguh janji. Ia mementingkan keselarasan dunia, alam semesta dan kodrat, daripada mementingkan diri sendiri. Semoga saya tidak berlebihan menggambarkan sosok almarhum Dr (HC) Taufiq Kiemas dengan Bisma,’’ jelas Gus Falah. 

Untuk itu, Gus Falah membujuk semua pihak memandang masa lampau almarhum Taufiq Kiemas nan dipenuhi jejak kebaikan, mulai dari seorang nasionalis nan condong mempersatukan perbedaan di tengah kebhinekaan sampai menjadi pengawal setia Pancasila sebagai ideologi bangsa. ‘’Spirit nan dilakukan Pak Taufiq Kiemas mirip spirit Bisma nan saya ceritakan,’’ jelas Gus Falah. 

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Dr. Ahmad Basarah, dalam sambutannya pada aktivitas Haul ke-13 Dr (HC) Taufiq Kiemas itu menceritakan bahwa narasumber di aktivitas ini, Prof Dr Idris Thaha, mengaku terkesima kepadanya saat memandang kemegahan Masjid At-Taufiq nan dibangun di depan Sekolah Partai PDI Perjuangan Jl. Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

‘’Dalam bisik-bisiknya kepada saya barusan, Prof  Idris Thaha mengaku terkesima memandang Masjid At Taufiq. Keberadaan masjid ini menambah kepercayaan beliau bahwa PDI Perjuangan bukanlah partai nan anti-Islam, bukan partai komunis seperti nan dituduhkan selama ini, tapi justru menajdi partai nan mengakomodasi Islam,’’ jelas  Ahmad Basarah.  

Ketua Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu bercerita bahwa dia mengenal Idris tahun 2018. Saat itu Idris tengah menulis disertasi tentang Islam dan PDI Perjuangan. 

‘’Lewat disertasinya itu, Idris mempertahankan argumentasi bahwa PDI Perjuangan justru memihak kepentingan umat Islam. Ia mencatat semua perjuangan partai ini di DPR RI nan memihak sejumlah rancangan undang-undang nan mendukung kepentingan umat Islam, seperti RUU Pesantren misalnya, dan lain-lain,’’ jelas Ahmad Basarah. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia