Kejagung kembali menyerahkan duit triliunan ke negara hasil rampasan dalam perkara tindak pidana korupsi dan penagihan denda administratif penyalahgunaan area hutan. Uang triliunan rupiah nan dipamerkan makin membentang.
Sejak Oktober 2025, ini sudah ketiga kalinya Kejagung menyerahkan duit triliunan ke negara hasil sitaan kasus korupsi. Pada Oktober 2025, Kejagung menyita duit senilai Rp 13, triliun mengenai kasus korupsi persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) minyak kelapa sawit periode 2021-2022.
Kemudian pada Desember 2025, Kejagung juga menyerahkan duit Rp 6,6 triliun kepada negara melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Terbaru, pada Jumat (10/4/2026) kemarin, Kejagung menyerahkan duit ke negara sebesar Rp 11,4 triliun. Sehingga total duit negara nan sukses diselamatkan ialah Rp 31,3 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang belasan triliun nan dipamerkan kemarin di Kejagung ditumpuk di bagian depan letak aktivitas nan telah disiapkan. Saking banyaknya, tumpukan duit dalam jumlah sangat besar itu disusun menjadi semacam latar piramida.
Foto: Kejagung serahkan duit Rp 11,4 triliun ke negara. (Rumondang/detikcom)
Triliunan duit sitaan itu ditempatkan dalam bundelan plastik cerah berisi pecahan Rp100 ribu. Di bagian tengah atas tumpukan terdapat papan nan menunjukkan nilai total duit senilai Rp 11.420.104.815.858 triliun nan masuk ke kas negara.
Presiden Prabowo Subianto mengaku senang lantaran pemerintahannya sukses menyelamatkan duit negara dengan total Rp 31,3 triliun. Prabowo mengatakan duit ini sukses diselamatkan di kepemimpinannya nan baru 1,5 tahun ini.
"Kita hari ini datang dalam aktivitas penyerahan hasil pengamanan keuangan, dan aset negara serta penagihan denda administratif tahun 2026 sebesar Rp 11.420.104.815.858, saudara-saudara sekalian, ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, bahwa perihal ini terjadi acapkali di dalam pemerintahan nan saya pimpin baru 1,5 tahun ini," ujar Prabowo dalam pidatonya di Kejagung, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, duit nan diselamatkan ini bakal berfaedah bagi masyarakat. Dia mengatakan duit ini bisa dipakai untuk memperbaiki sekolah hingga merenovasi rumah rakyat berpenghasilan rendah.
"Ini nomor nan sangat besar dengan jika kita punya bayangan, dengan duit ini kita bisa memperbaiki 34 ribu sekolah-sekolah kita di seluruh Indonesia, tahun nan lampau kita baru sukses memperbaiki 17 ribu sekolah, berfaedah duit ini bisa dua kali lipat APBN," katanya.
Dia mengatakan pengamanan duit ini bakal berfaedah bagi 2 juta rakyat nan berpenghasilan rendah. Menurutnya, duit ini bisa dipakai untuk memperbaiki ratusan ribu rumah rakyat.
"Bisa juga dibayangkan jika membantu pembaharuan rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah, ini dapat memperbaiki 500 ribu rumah lebih, berfaedah bisa memberi faedah kepada 2 juta rakyat kita berpenghasilan rendah," katanya.
Prabowo Minta Kejagung Tag Ragu Tindak Pelanggar Hukum
Prabowo meminta Kejaksaan Agung tidak ragu menindak pihak-pihak nan melanggar hukum. Prabowo mengatakan semakin tegasnya penindakan hukum, maka bakal muncul perlawanan.
"Saya perintahkan Jaksa Agung, tegakkan hukum. nan tak mau kerja sama, pidanakan. Kita tak mau ragu-ragu dan kita tak gentar," ujar Prabowo.
"Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita memihak rakyat, semakin kita bakal dilawan, semakin kita bakal diserang, jangan khawatir," sambungnya.
Prabowo mengatakan para pelanggar norma bisa menggunakan segala perangkat menggunakan duit nan dia curi. Sambil menunjuk tumpukan duit Rp 11,4 triliun, Prabowo mengatakan rakyat bangga dengan penegakan norma nan berjalan.
"Berapa puluh kali lagi kita bakal buktikan bahwa kita mau mengamankan dan menyelamatkan duit rakyat, berapa puluh kali lagi bakal kita buktikan, kita tak bakal berhenti, kita tak bakal gentar, kita maju terus memihak bangsa negara," ujarnya.
Prabowo kemudian maju ke depan mimbar. Prabowo memberikan hormat kepada abdi negara penegak norma atas kerjanya memihak kepentingan rakyat.
"Selamat berjuang, selamat berjuang, saya hormat dengan pekerjaan kalian. Kita siap meninggal di atas jalan nan bener. Membela rakyat adalah pekerjaan nan sangat mulia," tegasnya.
Satgas PKH Setor Rp 371 T ke Negara
Jaksa Agung ST Burhanuddin melaporkan hasil capaian kerja dalam upaya menyelamatkan finansial negara dari Satuan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Disebutkan, sejak dibentuk Satgas PKH telah sukses menyelamatkan finansial negara hingga Rp 371 triliun.
"Perlu kami sampaikan bahwa Satgas PKH sejak dibentuk pada Februari 2025 hingga saat ini telah sukses melakukan pengamanan finansial aset negara nan mencapai Rp 371.100.411.043.235," kata Burhanuddin saat membacakan laporan di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Seluruh capaian itu terhitung sejak dibentuknya Satgas PKH pada Januari 2025. Jumlah itu adalah akumulasi dari beberapa kali tahap setoran duit sebagai corak pemulihan kerugian ke kas negara.
Jaksa Agung selaku Wakil Ketua I Pengarah Satgas PKH menegaskan seluruh capaian ini merupakan corak dari penegakan norma untuk memberikan akibat nyata bagi kesejahteraan.
Karena itu dia menekankan penegakan norma kudu tegas dalam rangka menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, negara tidak boleh kalah dari praktik mafia nan mengeksploitasi kekayaan rimba Indonesia
"Oleh lantaran itu, negara bertanggung jawab secara konstitusional untuk mewujudkan kesejahteraan sosial melalui peran aktif mengelola pelindungan dan kepentingan nasional," imbuh Burhanuddin.
(idn/idn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·