Aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap tinggi. Dikutip dari laporan MAGMA Indonesia, sepanjang Senin (17/8) gunung nan berada di perairan Selat Sunda tersebut mengalami 20 kali erupsi.
Erupsi terbaru tercatat pada pukul 22.10 WIB. Dalam laporan tersebut disebutkan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan lama 165 detik.
Namun, tinggi kolom erupsi pada saat itu tidak teramati.
"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau alias beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," demikian rekomendasi mengenai erupsi tersebut.
Erupsi pada malam tersebut bukan nan terpanjang. MAGMA Indonesia mencatat pada pukul 12.44 WIB erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55 mm dan lama 197 detik.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Senin, 17 Agustus 2026, pukul 12:44 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak (± 557 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55 mm dan lama 197 detik," demikian laporan tersebut.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·