1.300 Dapur MBG Ditutup, Standar Pangan Jadi Sorotan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menutup sebanyak 1.300 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) nan tidak memenuhi standar keselamatan pangan.

“Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati kudu saya tutup permanen,” kata Sudaryono dilansir Antara, Selasa (18/8/2026).

Langkah tegas tersebut diambil BGN untuk mengevaluasi kasus keracunan makanan di Berastagi sekaligus menjaga kualitas pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.

Sudaryono menyampaikan, pengawasan melalui uji organoleptik berupa tes aroma dan rasa saja belum cukup untuk mendeteksi kontaminasi bahan kimia rawan pada makanan.

Oleh lantaran itu, BGN berencana menyediakan test kit kimiawi di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendeteksi racun seperti arsenik dan pembusukan makanan.

Metode penggunaan test kit tersebut diadopsi dari keberhasilan SPPG nan dikelola Bhayangkari Polri lantaran tercatat tidak mengalami kasus keracunan.

Tindakan Tegas

Selain penutupan operasional dapur, tindakan tegas juga bakal diberlakukan terhadap personel BGN nan tidak bisa menjalankan standar kerja nan ditetapkan.

“Dan bagi personel-personel nan tidak bisa mengikuti standar tinggi nan saya punya, minta maaf kudu saya copot alias saya pecat status ASN PPPK-nya,” tegasnya.

Sudaryono menekankan, penindakan tersebut bermaksud melindungi kemitraan SPPG lain nan selama ini telah menjalankan tugas dengan baik.

Sementara itu, mengenai keberlanjutan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi SPPG, pihak BGN menyatakan tetap melakukan pertimbangan lebih lanjut.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita