Jakarta, CNBC Indonesia - Republik Demokratik Kongo mengambil langkah besar nan berpotensi mengguncang rantai pasok industri global. Pemerintah negara penghasil kobalt terbesar di bumi itu resmi melarang ekspor konsentrat tembaga dan konsentrat kobalt guna mendorong pengolahan mineral di dalam negeri.
Mengutip Reuters, Kamis (6/8/2026), kebijakan tersebut tertuang dalam peraturan pemerintah tertanggal 29 Juni nan ditandatangani Menteri Pertambangan Louis Kabamba Watum, Menteri Perdagangan Luar Negeri Julien Paluku Kahongya, dan Menteri Ekonomi Daniel Mukoko Samba. Dalam patokan tersebut ditegaskan bahwa ekspor konsentrat tembaga dan konsentrat kobalt dilarang dan kebijakan tersebut langsung berlaku.
Selain larangan ekspor, pemerintah juga memperkenalkan rezim pajak baru untuk produk sampingan pertambangan nan mempunyai nilai ekonomi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan sekaligus memperoleh nilai tambah nan lebih besar dari sumber daya mineralnya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan pemberian pengecualian. Menteri Pertambangan dapat memberikan izin ekspor selama maksimal satu tahun andaikan terdapat argumen nan dinilai strategis.
Sementara itu, patokan pajak baru bakal melalui masa transisi selama tiga bulan. Selama periode tersebut, seluruh perusahaan tambang diwajibkan melaporkan produk sampingan nan ikut diekspor sebelum kebijakan diterapkan sepenuhnya.
Kongo merupakan produsen kobalt terbesar di bumi sekaligus pemasok tembaga terbesar kedua secara global. Karena itu, kebijakan tersebut diperkirakan bakal mendapat perhatian besar dari pelaku industri, terutama produsen kendaraan listrik dan baterai nan sangat berjuntai pada pasokan kedua logam tersebut.
Sejumlah perusahaan tambang besar nan beraksi diKongo antara lainCMOC, produsen kobalt terbesar di dunia,Glencore,Huayou Cobalt,Zijin Mining, Ivanhoe Mines, serta Eurasian Resources Group. Kebijakan terbaru ini menandai langkah semakin garang pemerintah Kongo dalam mendorong hilirisasi mineral, sehingga pengolahan dilakukan di dalam negeri sebelum diekspor ke pasar internasional.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·