Liputan6.com, Jakarta - Kubu IWD, mantan ketua yayasan pendidikan menilai polemik temuan ratusan senjata di sekolah swasta area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tak bisa dipisahkan dari sengketa kepengurusan yayasan nan tetap bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa IWD, Alhadid Endar Putra, Kamis (6/8/2026) malam.
“Ini gara-gara ada sengketa yayasan. Akhirnya ya beginilah, semua dibawa-bawa seakan-akan perihal nan baru diketahui. Padahal mereka juga sudah tahu. Jadi ini sebenarnya intinya adalah sengketa antara tiga pembina,” kata Alhadid saat dihubungi, Kamis malam.
Menurutnya, pihak nan sekarang menguasai sekolah telah mengambil alih bentuk yayasan sejak April 2026. Sejak saat itu juga, pihak IWD tidak lagi mempunyai akses ke lingkungan sekolah.
“Kita tidak tahu, kita tidak boleh masuk ini dari April. Jadi apa saja nan mereka rencanakan, apa saja nan mereka taruh di dalam situ, apa saja nan mereka setting di dalam situ, kita tidak tahu,” katanya.
Ia juga mempertanyakan kenapa temuan tersebut baru dilaporkan beberapa bulan setelah penguasaan sekolah beralih.
“Ini tiba-tiba baru Agustus mereka panggil polisi. Agak asing juga. Kenapa jika memang mereka mau digerebek, ya digerebek dari April saja pas mau kita diusir,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kliennya tidak pernah menguasai ruangan-ruangan di sekolah.
“Buktinya saja, mereka bisa buka kemarin itu kan ruangan itu. Jadi itu sudah lama terbuka sama mereka. Mereka hanya bicara begitu lantaran sudah lima bulan mereka menguasai itu,” ujarnya.
Menurut Alhadid, jika persoalan akses ruangan memang menjadi kendala, semestinya perihal itu sudah dipersoalkan sejak awal pergantian pengurus.
“Dari April kok. Kecuali bilangnya waktu bulan April begitu tetap masuk akal. Tapi jika sudah Agustus mereka baru bilang begitu kan, buktinya juga mereka masuk juga kan, bisa buka ini, buka itu,” katanya.
Ia mengaku tidak mengetahui apa nan terjadi di dalam sekolah selama pihaknya tidak lagi mempunyai akses.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·