
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tetap berkomitmen bayar dividen kepada pemegang saham setiap tahun di tengah tekanan volume penjualan. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tetap berkomitmen bayar dividen kepada pemegang saham setiap tahun di tengah tekanan volume penjualan akibat maraknya peredaran rokok ilegal.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman, mengakui bahwa di tengah tekanan penjualan dan kapabilitas produksi perseroan, terdapat penurunan beban tanggungjawab akibat berkurangnya pinjaman kepada bank serta biaya operasional nan dikeluarkan.
"Ke depan, nan kita syukuri sekarang adalah pinjaman kita relatif alias sangat rendah. Kalau memang duit itu tidak diperlukan, tentu bakal dipertimbangkan untuk bayar dividen," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Pada akhir periode pelaporan, rasio gearing perseroan (total liabilitas terhadap ekuitas) semakin membaik dari 30,7% menjadi 21,5%. Total liabilitas menurun 26,4%, terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman jangka pendek sebesar Rp52 triliun. Utang cukai juga menurun 6,0% sejalan dengan penurunan volume penjualan.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) nan diselenggarakan pada Juni 2026, perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp800 per saham alias total dividen sebesar Rp1,53 triliun. Dividen tersebut telah dibagikan kepada pemegang saham pada Juli 2026.
Meski demikian, Heru mengakui bahwa peningkatan pembayaran dividen tetap cukup susah dilakukan perseroan saat ini. Sebab, peningkatan pembayaran dividen memerlukan kenaikan pendapatan nan dapat dilakukan melalui kenaikan nilai jual produk alias peningkatan volume penjualan.
"Tetapi jika pertanyaannya meningkatkan pembayaran dividen, itu hanya bisa terjadi jika saya meningkatkan nilai terus, lantaran cukai turun belum pernah terjadi," katanya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·