Gubernur Lemhannas Tutup P3N 27: Pemimpin Nasional Harus Berintegritas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta - Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) 27 Lemhannas RI resmi ditutup. Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, berambisi seluruh peserta menjadi pemimpin nasional nan berintegritas tinggi.

Dalam sambutannya, Ace Hasan menyampaikan lima pesan penting. Salah satu poin utama agar alumni P3N 27 tampil sebagai pemimpin nasional nan berintegritas, adaptif dan visioner, bisa menjadi perekat persatuan, peka secara strategis, dan kolaboratif.

"Pertama, para alumni P3N 27 kudu menjadi pemimpin nasional nan mempunyai integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian," kata Ace saat memberikan sambutan Penutupan P3N 27 di Ruang Dwi warna Purwa, Lemhannas RI, pada Kamis (4/6/2026).

Turut datang mendampingi Gubernur Lemhanans RI, antara lain, Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma; Para Deputi Lemhannas RI; Para Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, dan Tenaga Profesional; Para Pejabat Struktural; dan Perista Lemhannas RI. Hadir pula dalam aktivitas tersebut, antara lain, Wakil Ketua Umum I DPP IKAL Lemhannas RI Marsdya TNI (Purn) Daryatmo; Gubernur Lemhannas RI Periode 2011-2016 sekaligus Sekretaris Jenderal DPP IKAL Lemhannas RI Budi Susilo Soepandji; Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto; Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan RI Rudi Margono; Asisten Personel Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul; Koordinator Staf Ahli KASAD Letjen TNI Muhammad Zamroni; Inspektur Jenderal TNI AL Laksdya TNI Achmad Wibisono.

Selain itu, datang pula Koordinator Staf Ahli Kasau Marsda TNI Andi Wijaya; Plt. Deputi I Kepala staf Kepresidenan Heru Kreshna Reza; Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham; Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum Ignatius Purwanto; Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Buya Amirsyah Tambunan; dan Plt Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Muhammad Tito Andrianto.

Mengawali sambutannya, Ace menyinggung soal situasi geopolitik dunia nan kian tidak menentu. Ace memandang bahwa pemimpin nasional tidak cukup hanya unggul secara intelektual, melainkan juga perlu mempunyai integritas, kepekaan sosial, ketangguhan moral, serta komitmen nan kuat terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh lantaran itu, Ace mendorong agar para alumni menjadi pemimpin nan adaptif sekaligus visioner dalam menyikapi perubahan global.

Ia menambahkan, perkembangan geopolitik, disrupsi teknologi, artificial intelligence, ekonomi digital, dan ancaman siber mengharuskan hadirnya pemimpin nan bisa berpikir strategis, sigap beradaptasi, serta menghadirkan solusi inovatif bagi kemajuan bangsa.

"Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya pemimpin nasional nan mempunyai kapabilitas strategis, berpikir jauh ke depan, bisa membaca perubahan global, dan mempunyai keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional," imbuh Ace.

Pada kesempatan itu, dia juga menekankan kepada para alumni untuk menjadi perekat persatuan dan penjaga kohesi nasional, serta mempunyai rasa empati dan kepekaan sosial nan tinggi. Hal ini dilakukan untuk menjaga persatuan serta mencegah polarisasi dan bentrok sosial nan mengganggu stabilitas nasional.

Ace juga menyoroti tentang kepekaan strategis para alumni terhadap beragam tantangan nasional dan global. Menurutnya, pemimpin nasional kudu bisa membaca perubahan, mengantisipasi risiko, dan menyiapkan langkah-langkah strategis bagi masa depan bangsa. Lebih lanjut, dia juga mendorong para alumni untuk membangun kerja sama, koordinasi, dan kerjasama lintas sektor untuk mencapai tujuan nasional sekaligus menghilangkan ego sektoral.

"Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat krusial dalam memperkuat kerjasama nasional guna mendukung terwujudnya indonesia emas 2045," jelas Ace.

Mengakhiri sambutannya, Ace turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kekompakan alumni P3N 27, serta mengucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan di Lemhannas RI.

"Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, serta ucapan selamat kepada seluruh peserta pendidikan pemantapan ketua nasional angkatan 27. Para peserta telah menunjukkan kerja keras, disiplin, dedikasi, serta semangat belajar nan tinggi, meskipun kudu melalui rangkaian aktivitas nan padat dan penuh tantangan. Semangat inilah nan mencerminkan kesiapan saudara-saudara untuk menjadi pemimpin nan tangguh, berintegritas, dan visioner," tutup Ace.

Pada kesempatan nan sama, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P. melaporkan bahwa seluruh program pendidikan telah melangkah dengan baik dan lancar.

Berdasarkan hasil sidang pada Rabu, 3 Juni 2026, majelis penilai nan dipimpin Gubernur Lemhannas RI memutuskan dan menetapkan bahwa sebanyak 84 peserta P3N 27 dinyatakan lulus, serta memberikan dua penghargaan, ialah Penghargaan Predikat Akademik Terbaik dan Predikat Kertas Kerja Perorangan (KKP) Terbaik. Predikat Akademik Terbaik diraih oleh Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dari Polri. Kemudian Predikat KKP Terbaik diraih oleh Laksma TNI Ignatius Bayu Trikuncoro dari TNI AL.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News