Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 13 September 2026 |14:55 WIB

PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC). (Foto: Okezone.com/Brantas Abipraya)
JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai strategi dalam menjaga pertumbuhan upaya nan sehat dan berkelanjutan. GRC tidak hanya berfaedah sebagai sistem pengawasan dan kepatuhan, tetapi juga menjadi landasan dalam pengambilan keputusan serta pengelolaan akibat bisnis.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana menjelaskan, penerapan GRC perlu ditempatkan sebagai bagian nan tidak terpisahkan dari proses upaya perusahaan. Integrasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dinilai krusial untuk memastikan setiap keputusan diambil secara prudent sekaligus bisa merespons dinamika dan kesempatan bisnis.
“GRC kudu datang dalam proses upaya sejak awal. Dengan tata kelola nan kuat, pengelolaan akibat nan terukur, dan kepatuhan nan konsisten, kami mau memastikan setiap keputusan upaya tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan,” ujar Dian, Minggu (13/9/2026).
Menurut Dian, penerapan GRC nan efektif tidak cukup hanya melalui kegunaan pengawasan maupun pelaporan. GRC perlu terintegrasi dengan proses upaya agar dapat memberikan perspektif dalam menentukan arah dan kualitas keputusan perusahaan.
“Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas penerapan GRC di Brantas Abipraya sekaligus pengingat untuk terus melakukan penguatan. Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan nan terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Dian.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·