Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji meminta seluruh kader partainya mulai memperkuat kehadiran di tengah masyarakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Menurut dia, setiap kader kudu mempunyai peran dan memberi faedah bagi lingkungan terdekatnya, mulai dari tingkat RT hingga RW.
Meski demikian, Sarmuji menjelaskan Partai Golkar belum membagi wilayah pemilihan (dapil) untuk Pemilu 2029.
“Ya, untuk turun sejak dini, sebenarnya jika pembagian dapil untuk konteks Pemilu 2029 kita belum bagi ya. Kita belum tugaskan para fungsionaris untuk turun ke masing-masing dapil selain personil DPR RI nan bersangkutan,” kata Sarmuji di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (3/8).
Ia menjelaskan, nan dimaksud turun sejak awal adalah setiap kader mulai bekerja dan memberikan faedah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, seluruh kader Partai Golkar sejatinya telah mempunyai wilayah pengabdian tanpa kudu menunggu penugasan resmi dari partai.
“Tetapi, siapa pun kader Golkar, mereka sebenarnya punya teritori. Teritorinya apa? Teritorinya ya lingkungan terdekat mereka, lingkungan sekitar mereka. Kita minta kepada seluruh kader Partai Golkar untuk bisa memberikan faedah sebesar-besarnya di lingkungan terdekatnya, di RT-nya, di RW-nya,” ujarnya.
Sarmuji mengatakan ukuran keberhasilan seorang kader tidak semata-mata ditentukan dari kedudukan politik nan dimiliki, melainkan juga dari seberapa besar faedah nan dirasakan masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, dia menilai kader nan tidak mempunyai kontribusi di lingkungan tempat tinggalnya perlu dievaluasi dan ditingkatkan kapasitasnya.
“Jadi jika ada kader Golkar nan tidak punya faedah di RT dan RW-nya, itu perlu kita panggil untuk segera kita upgrade. Karena keberadaan Partai Golkar di wilayahnya masing-masing, di tempatnya masing-masing, di sekitar tinggalnya masing-masing, dia kudu mempunyai pengaruh, mempunyai peran, dan mempunyai faedah untuk masyarakat sekitarnya,” kata Sarmuji.
Lebih lanjut, dia menegaskan Partai Golkar belum menentukan pembagian dapil maupun penugasan fungsionaris untuk Pemilu 2029. Menurut dia, perihal itu baru bisa dilakukan setelah kreasi dapil ditetapkan melalui izin nan berlaku.
“Tapi untuk pembagian dapil, tentu kelak kita bakal lihat. Karena dapilnya saja belum ditentukan, berapa besarnya dapil belum kita tentukan. Jadi penugasan fungsionaris untuk masuk ke dapil-dapil itu juga belum kita lakukan selain personil DPR RI nan bersangkutan,” ujarnya.
Namun, Sarmuji menegaskan personil DPR dari Partai Golkar mempunyai tanggungjawab untuk terus menjaga hubungan dengan konstituen di wilayah pemilihannya.
Ia menyebut pemeliharaan pedoman support di akar rumput menjadi salah satu kunci agar Partai Golkar tetap kuat menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Untuk personil DPR RI, wajib hukumnya memelihara akar rumput. Wajib hukumnya memelihara konstituennya. Karena bagaimanapun partai ini bisa besar jika akar rumputnya, konstituennya bisa dipelihara, khususnya pada personil DPR RI alias DPRD di wilayah pemilihannya masing-masing,” tutur Sarmuji.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta jejeran partainya mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Salah satu langkah nan bakal dilakukan adalah mulai menginventarisir daftar bakal calon legislatif (caleg) pada akhir tahun 2026 agar kerja-kerja politik dapat dimulai sejak 2027.
Hal itu disampaikan Bahlil saat membuka aktivitas Training of Trainers (ToT) Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (3/8).
“Hari ini kita sudah ToT, berfaedah kabupaten kota nan belum Musda (Musyawarah Daerah) tinggal 30%. Ya. Tahun ini kita selesai semua di tingkat kecamatan. Akhir tahun ini sudah mulai kita menghitung menginventarisir daftar caleg agar 2027 kita udah kerja-kerja politik. Konsolidasi selesaikan semua di tahun 2026,” kata Bahlil.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·