Jakarta -
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyoroti adanya antrean panjang di salah satu SPBU nan ada di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dia apalagi sampai berakhir mendadak untuk melakukan inspeksi dadakan pada SPBU tersebut.
Momen itu terjadi saat Gibran dalam perjalanan usai melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Tengah, tepatnya usai berjamu ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, pada Kamis 10 September 2026 kemarin. Di tengah perjalanan, dia meminta kendaraan nan ditumpanginya berakhir untuk memandang langsung kondisi antrean di SPBU.
Gibran kemudian turun dari kendaraan untuk memastikan penyebab antrean, sekaligus memeriksa kesiapan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tersebut. Setelah berbincang dengan petugas dan warga, Gibran meminta agar setiap hambatan mengenai pasokan BBM segera dilaporkan sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak, jika ada kelangkaan-kelangkaan, lapor kami ya, Pak," ucap Gibran kepada masyarakat nan antre, dikutip dari keterangan resmi BPMI Setwapres, Jumat (11/9/2026).
Dia menegaskan antrean panjang kendaraan nan bakal mengisi bahan bakar tidak boleh terulang kembali. Menurutnya, pemerintah bakal terus menjaga kesiapan BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
"Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus," tegasnya kepada perwakilan SPBU.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan pengecekan dadakan pada salah satu SPBU di Palangka Raya usai menemukan adanya antrean panjang penduduk membeli BBM, Kamis (11/9/2026). Foto: BPMI Sekretariat Wakil Presiden
Pernyataan tersebut disampaikan setelah petugas SPBU menginformasikan pasokan BBM sedang dalam perjalanan menuju SPBU. Sembari menunggu pasokan tiba, Gibran meminta petugas memastikan antrean kendaraan diatur dengan baik agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya di luar area SPBU.
Kepada penduduk nan tetap mengantre, Wapres meminta agar tetap bersabar sembari meyakinkan bahwa pasokan BBM di SPBU tersebut tersedia. Dia juga sempat memohon maaf kepada masyarakat nan ikut antre. "Tunggu ya, Pak. Maaf, ya." ucapnya kepada penduduk nan ante.
(ily/hal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·