NexAl Targetkan Rp 2,54 T dari Rights Issue, Bakal Kembangkan Al Data Center

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta -

PT NexAl Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menargetkan adanya penambahan modal dengan memberikan kewenangan memesan pengaruh terlebih dulu (PMHMETD) alias rights issue. Target penambahan modal tersebut mencapai Rp 2,54 triliun nan bakal digunakan untuk mengembangkan jasa pusat info kepintaran buatan (artificial intelligence info center).

Dalam tindakan korporasi ini, Perseroan bakal menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru. Perseroan menetapkan nilai penyelenggaraan sebesar Rp 8.880, dengan rasio setiap 100 saham lama berkuasa atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan bakal melaksanakan seluruh HMETD nan menjadi haknya senilai Rp1,65 triliun.

"Dana nan kami himpun melalui rights issue ini bakal langsung mendukung pembangunan Al info center nan dirancang untuk standar tier III, sejalan dengan arah upaya baru nan telah disetujui pemegang saham. Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi Perseroan. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip Al dengan teknologi terbaru nan tersedia di industri saat ini," ujar Presiden Direktur NexAl Ahmad Zulfikar dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan prospektus singkat nan telah diterbitkan, NexAl berencana memanfaatkan biaya rights issue sebagai suntikan modal kepada dua anak usahanya PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Di mana kedua perusahaan bakal mengembangkan Al info center nan mempunyai kapabilitas 102 Megawatt (MW).

NAC, nan telah mengoperasikan info center sebesar 6MW, sedang memperbesar kapabilitas tambahan sebesar 36MW di Jababeka, Jawa Barat. Sementara, NGC sedang membangun Al Data Center dengan kapabilitas 60MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

Selain untuk pengembangan Al info center, biaya dari rights issue juga bakal dimanfaatkan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC, sebagai bagian dari penguatan struktur modal upaya untuk mendukung penerapan strategi baru Perseroan.

Pemegang saham lama nan tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi maksimal 13,04%. Berdasarkan indikasi agenda nan tercantum dalam prospektus, HMETD bakal diberikan kepada pemegang saham nan namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 3 November 2026. Sementara periode penyelenggaraan HMETD dijadwalkan berjalan pada 5-18 November 2026.

(hrp/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance