Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim tak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga membuka jutaan lapangan pekerjaan. Partai Gerindra menyebut, program ini menyerap sekitar 1,3 juta tenaga kerja.
Juru Bicara (Jubir) Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong mengatakan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG memerlukan sekitar 50 tenaga kerja.
“Dari MBG saja bisa menyumbang tenaga kerja, lantaran jika saya enggak salah setiap dapur itu kurang lebih 50 orang di SPPG, ya. Kalau kurang lebih 50 orang dikali 27 ribu dapur, artinya ada nyaris 1,3 juta orang,” kata Bahtra di area Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Bahtra, jumlah tersebut setara dengan serapan tenaga kerja di sektor industri. Dia menilai faedah besar MBG, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan, kerap luput dari perhatian publik.
“Kita lihat selama ini kan gimana pengelolaan MBG nan dianggap carut-marut, gimana pengelolaan MBG nan dianggap kurang tepat sasaran. Padahal, di sana banyak sekali kemanfaatannya nan perlu dicermati oleh teman-teman,” ujarnya, dikutip dari Antara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·