Gerindra: Pernyataan Prabowo tentang PDIP dan Megawati Tegaskan Komitmen Rekonsiliasi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Pernyataan Prabowo tentang PDIP dan Megawati Tegaskan Komitmen Rekonsiliasi Presiden Prabowo Subianto (kiri) melangkah berbareng Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Pertemuan nan membahas persatuan dan semangat kebangsaan itu bermaksud untuk mempererat silat(ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Laily Rachev/hma/wsj.)

JURU Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan memberikan penghormatan dan terima kasih kepada PDIP dan Megawati Soekarnoputri merupakan pesan politik untuk demokrasi.

“Pidato Presiden kemarin menunjukkan kualitas kenegarawanan nan sangat kuat. Beliau tidak hanya menghormati oposisi, tetapi juga mengakui secara terbuka bahwa kerakyatan memerlukan check and balances," ujar Bahtra, melalui keterangannya, Kamis (21/05/2026)

Menurut Bahtra, dalam pidatonya Prabowo mengapresiasi peran oposisi sebagai bagian krusial dalam menjaga demokrasi.

“Kalau ada pemimpin nan anti-demokrasi, biasanya oposisi dianggap ancaman. Tetapi Presiden Prabowo justru mengatakan bahwa keberadaan PDIP di luar pemerintahan perlu dihormati. Artinya beliau memahami bahwa kerakyatan tidak kudu seragam, tidak kudu semua masuk pemerintah,” jelasnya.

Bahtra juga menilai pernyataan Presiden Prabowo kepada Megawati mengedepankan rekonsiliasi nasional di atas rivalitas politik.

“Pak Prabowo menunjukkan bahwa perbedaan politik tidak menghapus rasa hormat dan persaudaraan kebangsaan. Apalagi keduanya punya riwayat persahabatan nan kuat. Artinya beliau mengajarkan bahwa politik kudu dijalankan dengan etika, penghormatan, dan jiwa besar,” katanya.

Sebelumnya, dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Gedung DPR, Presiden Prabowo sempat memuji sikap politik PDIP. 

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah. Dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya mengerti dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Sebenarnya saya mau ucapan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk kerakyatan kita," ujarnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia