Ilustrasi(MI/HO)
MOMENTUM Idul Adha tahun ini menjadi titik kembali kebahagiaan bagi masyarakat di wilayah terdampak musibah di Aceh. Melalui aktivitas sosial berjudul #Kurbanlah: Dari Kita untuk Aceh, lebih dari 3.000 family sukses menerima faedah pengedaran daging kurban sebagai corak solidaritas nasional.
Gerakan nan diinisiasi oleh figur publik Muzammil Hasballah berbareng Habits Media Network ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap penduduk Aceh nan tengah berjuang melakukan pemulihan pascabanjir. Hanya dalam waktu dua hari, kampanye digital ini sukses menggerakkan hati 457 peserta kurban dari beragam penjuru Indonesia.
Distribusi Tepat Sasaran dan Pemberdayaan Lokal
Penyaluran hewan kurban dilakukan secara transparan dan sesuai syariat, dimulai sejak hari pertama Iduladha hingga akhir hari Tasyrik. Muzammil Hasballah turun langsung ke lapangan untuk memastikan amanah para pekurban sampai kepada mereka nan paling membutuhkan.
Menariknya, program ini tidak hanya konsentrasi pada pengedaran pangan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah. Seluruh hewan kurban dibeli langsung dari peternak lokal di Aceh, sehingga memberikan akibat ekonomi positif bagi masyarakat setempat di tengah masa sulit.
Data Statistik Program #Kurbanlah: Dari Kita untuk Aceh
| Penerima Manfaat | > 3.000 Keluarga |
| Total Hewan Kurban | 29 Ekor Sapi & 27 Ekor Domba |
| Jumlah Peserta Kurban | 457 Orang |
| Apresiasi Khusus | Kurban untuk 21 Guru Ngaji di pelosok Aceh |
| Mitra Kolaborasi | Muslimvox, Taubatters, Kawan Hawa, Quran Review, Ngajilah |
Tradisi Kebersamaan di Pidie Jaya
Salah satu pusat penyelenggaraan aktivitas berjalan khidmat di Masjid Baitussattar, Kabupaten Pidie Jaya. Usai Salat Jumat, penduduk menggelar tradisi memasak dan makan bersama. Kehadiran Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menambah kehangatan suasana di tengah proses pemulihan pascabencana nan tetap berjalan.
“Saya berterima kasih dan bangga memandang kepedulian nan datang untuk masyarakat kami. Semoga support ini membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi penduduk nan sedang bangkit dari masa sulit,” ujar Sibral Malasyi dalam sambutannya.
Selain menyasar penduduk terdampak bencana, program ini memberikan apresiasi unik kepada 21 pembimbing ngaji nan telah mengabdi di pelosok Aceh. Kurban atas nama para pengajar ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi mereka dalam pendidikan keagamaan.
Semangat Gotong Royong
Muzammil Hasballah mengungkapkan rasa syukurnya atas respons luar biasa dari masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong tetap sangat kuat.
“Hadza min fadhli Rabbi. Semua ini bukan lantaran kami, tetapi lantaran Allah nan menggerakkan begitu banyak hati untuk peduli. Apa nan beberapa hari lampau hanya berupa niat, hari ini telah menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan kerabat kita di Aceh,” pungkas Muzammil.
Melalui sinergi antara tokoh publik, media muslim, dan masyarakat luas, aktivitas ini diharapkan menjadi pemantik semangat solidaritas nan berkepanjangan bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia nan memerlukan support serupa. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·