Genjot Produksi Sawit, Kementan Kenalkan Serangga Penyerbuk asal Tanzania

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Tandan buah segar kelapa sawit. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Kementerian Pertanian (Kementan) berbareng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkenalkan serangga penyerbuk terbaru nan berasal dari Tanzania. Keberadaan serangga ini disebut bisa meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Direktur Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Ebi Rulianti, mengatakan peran serangga penyerbuk sangat besar dalam menentukan terbentuknya buah nan menjadi sumber utama produksi minyak sawit.

“Kita belajar dari sejarah bahwa penemuan mini bisa membawa akibat besar,” ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (12/4).

Ebi menjelaskan, introduksi serangga penyerbuk ini pertama kali dilakukan pada 1982. Langkah tersebut kala itu, bisa mendorong lonjakan produktivitas secara signifikan.

40 tahun kemudian ialah pada 2026, tiga pendatang baru serangga penyerbuk dari Tanzania ialah Elaeidobius subvittatus, Elaeidobius kamerunicus, dan Elaeidobius plagiatus, resmi diperkenalkan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat.

Menurut Ebi Rulianti, pengenalan serangga penyerbuk terbaru tersebut menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Keberadaan serangga penyerbuk ini dinilai bisa menekan biaya dalam aktivitas budi daya, khususnya pada aspek penyerbukan, sehingga mendukung efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kita menandai langkah strategis dalam keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Keberadaan serangga ini sangat bisa menurunkan biaya dalam produktivitas sawit,” ujarnya.

Introduksi serangga penyerbuk ini melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), dan konsorsium perusahaan personil GAPKI.

video story embed

Ebi menegaskan, seluruh proses nan dilakukan sudah melalui tahapan ilmiah dan izin nan sangat ketat serta dapat dipertanggungjawabkan. Mulai eksplorasi dari negara asal, kemudian pengetesan nan komprehensif melibatkan Agen hayati juga kementerian dan lembaga.

"Dari seluruh pengetesan tersebut menunjukkan jenis nan diintroduksi mempunyai tingkat keamanan nan tinggi. Langkah nan kita ambil ini adalah kebijakan berbasis sains, terukur dan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian,” ujar dia.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menilai pengenalan serangga penyerbuk baru tersebut sebagai penemuan teranyar untuk masa depan industri sawit Indonesia.

Ketiga jenis penyerbuk tersebut telah melalui serangkaian pengetesan ilmiah dan dinyatakan kondusif untuk dikembangkan. Keberadaan mereka diyakini dapat memperkuat sistem penyerbukan sekaligus meningkatkan ketahanan ekosistem perkebunan.

"Langkah mini ini membawa angan besar lahirnya generasi baru kelapa sawit Indonesia nan lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan