Generasi Z berpotensi habiskan 30 tahun di depan layar.(Magnific)
KEHIDUPAN masyarakat modern saat ini kian susah terlepas dari jeratan perangkat digital. Namun, di tengah ketergantungan pada laptop dan ponsel pintar, muncul kesadaran baru bahwa produktivitas sejati tidak lagi hanya diukur dari lama bekerja di depan layar, melainkan dari keseimbangan antara performa dan kesehatan bentuk serta mental.
Data terbaru mengungkapkan kebenaran mengejutkan bahwa Generasi Z berpotensi menghabiskan nyaris 30 tahun masa hidupnya hanya untuk menatap layar perangkat digital. Sementara itu, rata-rata pekerja ahli menghabiskan enam hingga tujuh jam per hari di depan layar dengan intensitas perpindahan aplikasi nan sangat tinggi.
Product Manager Acer Indonesia, Mathius John Tirtawirya, mengungkapkan bahwa seorang ahli rata-rata beranjak di antara sembilan aplikasi berbeda hingga 25 kali dalam sehari. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi kudu diimbangi dengan penemuan nan menjamin kenyamanan pengguna.
"Di tengah intensitas tersebut, teknologi semestinya dapat membantu pengguna bekerja lebih efisien sekaligus tetap nyaman dalam beraktivitas," ujar Mathius dalam pemaparannya pada Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan bahwa perangkat teknologi masa sekarang tidak hanya mengejar performa tinggi, tetapi juga mulai mengintegrasikan fitur pendukung kesehatan, seperti pengingat waktu rehat untuk mendukung pola kerja nan lebih sehat.
Senada dengan perihal tersebut, Marketing Communication Manager Acer Indonesia, Renaldy Felani, menilai terjadi pergeseran paradigma di kalangan pengguna. Saat ini, masyarakat tidak lagi sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi teknis nan tinggi, tetapi lebih mengutamakan solusi nan mendukung kualitas hidup.
"User inginkan sekarang apa? Hidup sehat. Jadi bukan soal aktivitasnya semata, tetapi gimana teknologi dapat datang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna dan mendukung style hidup nan positif," kata Renaldy.
Tren style hidup sehat, seperti berlari dan bersepeda, sekarang menjadi kompensasi atas tingginya aktivitas digital. Perubahan perilaku ini menuntut perusahaan teknologi untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat nan semakin sadar bakal pentingnya menjaga kebugaran di tengah tuntutan bumi digital nan serba cepat.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·