Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2026 |22:05 WIB

Ilustrasi bantuan untuk korban gempa. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Indonesia kembali bersungkawa di tengah serangkaian musibah alam nan melanda beragam pelosok negeri. Salah satu nan terbaru dan menyita perhatian adalah gempa bumi Magnitudo 7,7 di Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut tidak hanya melumpuhkan aktivitas penduduk tetapi juga merusak akomodasi pelayanan kesehatan.
Di tengah situasi krisis ini, gelombang kepedulian masyarakat untuk mengirimkan support meluncur deras. Namun, niat baik saja tidak cukup support nan diberikan kudu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan krusial, terutama demi menjaga kondisi kesehatan serta keselamatan para pengungsi. Salah satu konsentrasi paling mendesak di tempat pengungsian adalah pemenuhan gizi bayi dan anak-anak.
Dokter Spesialis Anak sekaligus influencer kesehatan, Ardi Santoso dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan edukasi dan tips mengenai pentingnya pemahaman masyarakat dan relawan mengenai patokan pengedaran support pangan untuk bayi.
“Perhatian buat nan bakal beri bantuan!! Wajib mengerti kebijakan pemberian ASI, SUFOR & MPASI Saat bencana,” kata dr. Ardi, dikutip Senin (17/8/2026).
Menurutnya, terdapat prinsip utama nan kudu dipegang teguh oleh siapa pun nan menyalurkan support logistik gizi di wilayah bencana, khususnya bagi penanganan gizi dan support bagi para ibu nan menyusui serta para balita dan anak kecil.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·