Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia dan menyebabkan kehancuran besar di sejumlah kota, termasuk Cali dan Pereira. Jumlah korban tewas sekarang mencapai 111 orang, sementara 87 lainnya terluka.
Gempa terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat dengan kedalaman 107 kilometer, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, wilayah berpenduduk jarang di pesisir Pasifik Kolombia, namun guncangannya terasa hingga kota-kota besar di beragam penjuru negeri.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan 61 gedung telah runtuh akibat gempa nan terjadi pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat.
"Pemerintah nasional telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak dan menyalurkan support di mana pun dibutuhkan," kata de la Espriella, seperti dikutip Guardian, Selasa (11/8/2025).
Gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di Departemen Chocó. Guncangan juga terasa hingga Venezuela. Wilayah barat Kolombia menjadi wilayah nan mengalami akibat paling parah, dengan 27 kematian dilaporkan di Valle del Cauca dan 40 kematian di Pereira, ibu kota Departemen Risaralda.
Di Pereira, Wali Kota Mauricio Salazar memberlakukan jam malam setelah sedikitnya 65 gedung dilaporkan runtuh. Korban diduga tetap terjebak di sedikitnya 15 bangunan, sementara lima rumah sakit di kota tersebut dilaporkan kewalahan menangani korban luka.
Di Cali, Wali Kota Alejandro Eder mengatakan sedikitnya 20 gedung runtuh dan sejumlah orang tetap terjebak di dalamnya. Ia meminta penduduk tetap tenang serta segera meninggalkan gedung nan mengalami kerusakan struktural.
"Jika Anda tidak merasa kondusif alias memandang retakan nan sangat besar, minta tinggalkan gedung tersebut," ujar Eder. Ia mengatakan pemerintah wilayah tetap memetakan akibat musibah untuk memprioritaskan pengamanan korban.
Sementara itu, Wali Kota Manizales Jorge Eduardo Rojas Giraldo melaporkan sedikitnya 12 gedung dan 20 rumah mengalami kerusakan sebagian hingga hancur. Ia mengingatkan penduduk untuk tidak kembali ke dalam gedung lantaran tetap ada kemungkinan gempa susulan.
"Jangan kembali masuk ke dalam gedung dulu. Saya tahu ini tidak mudah, tetapi tetaplah berada di luar untuk sementara waktu lantaran ada kemungkinan terjadi gempa susulan," katanya. Kerusakan juga dilaporkan di Quibdó, ibu kota Chocó, dengan sejumlah korban luka dan gedung mengalami kerusakan parah.
Otoritas penerbangan melaporkan kerusakan pada airport di Pereira, Manizales, Quibdó, Cartago, Armenia, dan Buenaventura. Pemerintah Kolombia juga telah mengaktifkan sistem penanggulangan musibah nasional untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan.
Gempa tersebut menjadi ujian besar bagi de la Espriella nan baru menjabat sebagai presiden sejak Jumat lalu. Pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan terus memantau situasi dan siap memberikan support kepada Kolombia.
(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·