Ilustrasi(Dok AFP)
GEMPA bumi berkekuatan 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8) dan menewaskan sedikitnya 132 orang serta melukai 570 lainnya. Gempa luar biasa tersebut meruntuhkan sejumlah gedung dan memicu operasi pencarian serta pengamanan besar-besaran di sejumlah kota.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan gempa telah menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 1.575 rumah.
Dari jumlah tersebut, 37 rumah dilaporkan hancur total. Selain itu, 61 gedung runtuh, 18 akomodasi kesehatan terdampak, 52 akomodasi pendidikan rusak, 17 pusat organisasi mengalami kerusakan, dan 18 ruas jalan ikut terdampak.
Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status musibah nasional. Keputusan itu bermaksud memperkuat mobilisasi sumber daya serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi keadaan darurat dan mempercepat proses penanganan korban.
Gempa Berpusat di San Jose del Palmar
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat alias sekitar 12.34 GMT. Pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar.
USGS menyebut gempa tersebut berasal dari kedalaman sekitar 107 kilometer di bawah permukaan tanah.
Gempa susulan berkekuatan 5,0 kemudian tercatat pada pukul 08.18 waktu setempat. Episentrumnya berada sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.
San Jose del Palmar merupakan wilayah administratif di Departemen Choco dengan jumlah masyarakat sekitar 4.800 jiwa. Daerah tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.288 meter di atas permukaan laut.
Meski kekuatan gempa cukup besar, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat menyatakan tidak ada ancaman tsunami bagi negara bagian California, Oregon, Washington, dan Alaska. Ancaman serupa juga tidak diperkirakan terjadi di British Columbia, Kanada.
Otoritas Kolombia turut memastikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi area pesisir Pasifik negara itu.
"Negara datang dan mengambil tindakan," kata Presiden De La Espriella setelah gempa dilansir Anadolu, Selasa (11/8)
Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat bakal memimpin langsung penanganan bencana. De La Espriella juga memerintahkan pembentukan pos komando terpadu untuk menyatukan koordinasi beragam upaya tanggap darurat.
Presiden meminta laporan menyeluruh dari Direktur Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana mengenai situasi di wilayah nan terdampak. Daerah tersebut berjarak sekitar 240 kilometer di sebelah barat Bogota.
De La Espriella sebelumnya berencana mengunjungi Pereira untuk memandang langsung kondisi korban dan memantau penanganan pemerintah. Namun, dia kemudian memutuskan kembali ke Bogota untuk memusatkan perhatian pada koordinasi tanggap darurat.
Korban Tersebar di Sejumlah Wilayah
Hingga pukul 11.30 waktu setempat alias sekitar 16.30 GMT, Data Asosiasi Kota-Kota Ibu Kota Kolombia mencatat sedikitnya 40 korban meninggal di Risaralda, 27 orang di Valle del Cauca, dan empat orang di Choco.
Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mengonfirmasi sedikitnya 18 orang meninggal bumi di kota tersebut.
Sementara itu, Gubernur Valle del Cauca Dilian Francisca Toro mengatakan setidaknya 27 orang tewas akibat gempa.
Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas melaporkan sedikitnya dua korban meninggal. Lebih dari 32 gedung mengalami kerusakan, baik secara total maupun sebagian.
Pemerintah kota Manizales menangguhkan seluruh aktivitas akademik sebagai langkah antisipasi. Petugas juga melaporkan adanya kebocoran gas serta gangguan pada jaringan listrik.
Di Quibdo, laporan awal menyebut satu orang meninggal dunia. Sejumlah penduduk lainnya terluka dan beberapa gedung mengalami kerusakan berat.
Gubernur Choco Nubia Carolina Cordoba Curi mengatakan empat orang tewas dan 69 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Bandara hingga Infrastruktur Terdampak
Dampak gempa juga dirasakan sektor transportasi. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan adanya kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali.
Sementara itu, operasional penerbangan di Bandara Popayan dihentikan sementara akibat abu vulkanik dari Gunung Purace nan muncul setelah aktivitas seismik.
Sebelumnya, sejumlah terminal udara di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura juga menghentikan sementara aktivitas penerbangan untuk menjalani pemeriksaan struktur bangunan.
Di Quibdo, Gubernur Cordoba Curi mengonfirmasi bahwa ibu kota Departemen Choco tersebut mengalami kerusakan struktural nan cukup parah.
Petugas pemadam kebakaran setempat melaporkan adanya penduduk nan terjebak di dalam gedung nan rusak.
Di Cali, Wali Kota Alejandro Eder mengatakan setidaknya 20 gedung runtuh dan sejumlah orang tetap terjebak di dalamnya.
Manizales juga mengalami kerusakan signifikan. Foto dan video nan beredar di media sosial memperlihatkan salah satu menara utama katedral ikonik kota tersebut mengalami kerusakan struktural parah dan terlihat miring ke arah struktur utama bangunan.
Di Medellin, Wali Kota Federico Gutierrez mengatakan tim manajemen akibat musibah telah dikerahkan untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan nan terjadi.
Ribuan Warga Bogota Dievakuasi
Guncangan gempa juga dirasakan di Bogota. Sirene darurat terdengar ketika ribuan pekerja kantoran dan penduduk meninggalkan gedung untuk menghindari akibat akibat gempa.
Wali Kota Bogota Carlos Fernando Galan mengatakan tidak ditemukan kerusakan struktural serius di ibu kota. Ia juga menyatakan Bogota siap membantu daerah-daerah nan mengalami akibat paling parah.
Sekitar 100 petugas penyelamat telah disiapkan untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.
Badan Infrastruktur Nasional Kolombia juga menutup sementara Terowongan Sumapaz dan Jembatan Mariano Ospina. Penutupan dilakukan agar petugas dapat melakukan inspeksi dan memastikan kondisi kedua prasarana tersebut aman.
Guncangan gempa apalagi terasa hingga melewati wilayah Kolombia. Getaran kuat dilaporkan dirasakan di negara tetangga, termasuk Ekuador dan Panama.
Otoritas di beragam departemen terdampak tetap melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban serta tingkat kerusakan secara keseluruhan.
Para mahir menyebut gempa tersebut sebagai salah satu gempa terkuat nan melanda Kolombia dalam beberapa dasawarsa terakhir.
AS Siap Bantu Kolombia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bogota menyatakan terus memantau perkembangan situasi. Warga negara AS di Kolombia diminta tetap mengikuti info terbaru dari sumber lokal dan menjaga komunikasi dengan family maupun kerabat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump memantau kondisi pascagempa secara cermat.
Rubio menyebut bahwa Amerika Serikat siap memberikan support kepada rakyat Kolombia dalam menghadapi akibat musibah tersebut. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·