Jakarta, CNN Indonesia --
Gempa bumi mengguncang wilayah Selatan Bayah, Banten, pada Senin (14/9), dengan magnitudo 5,6 alias 5,5 setelah pemutakhiran.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut gempa Bayah ini mempunyai kedalaman 31 Km dengan episenter gempa terletak pada koordinat 8,56 derajat Lintang Selatan; 105,70 derajat Bujur Timur alias tepatnya berlokasi di laut pada jarak 191 km barat daya Bayah, Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto dalam keterangan resmi.
Data BMKG mencatat perkiraan tingkat guncangan (shakemap) gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas II MMI di wilayah Pandeglang. Dalam skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan nan digantung bergoyang.
Hingga pukul 16. 50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).
Wijayanto mengatakan berasas letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
"Hasil kajian sistem sumber menunjukkan bahwa gempa bumi mempunyai sistem pergerakan mendatar naik ( oblique thrust fault )," kata dia.
BMKG bakal terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran info kepada stakeholder dan masyarakat.
Warga diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor nan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari gedung nan retak alias rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
(tim/wis)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·