Ilustrasi.(Al Jazeera)
GELOMBANG panas mematikan tengah mencengkeram wilayah Eropa Barat dalam beberapa hari terakhir, memicu lonjakan suhu hingga 15-20 derajat di atas rata-rata normal. Fenomena cuaca ekstrem ini menyebabkan sedikitnya tujuh orang tewas di Prancis dan sembilan orang di Inggris, di tengah pecahnya rekor suhu tertinggi untuk Mei di beragam negara.
Di Prancis, suhu mencapai puncaknya pada Senin (25/5) di Hossegor, departemen Landes, dengan catatan 98,8 derajat fahrenheit (sekitar 37,1 derajat celsius). Angka ini resmi menjadi suhu Mei terpanas dalam sejarah negara tersebut. Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, mengonfirmasi bahwa tujuh kematian nan dilaporkan mencakup kejadian tenggelam dan kematian saat aktivitas olahraga.
Kementerian Olahraga Prancis apalagi mengeluarkan peringatan untuk membatasi aktivitas bentuk setelah seorang pelari berumur 53 tahun meninggal akibat serangan jantung dan sekitar 10 orang lain dilarikan ke rumah sakit saat mengikuti perlombaan lari di Paris.
Rekor Bersejarah di Inggris dan Wales
Inggris dan Wales juga tidak luput dari suhu ekstrem. Kew Gardens di London mencatat suhu 94,6 derajat fahrenheit pada Senin, memecahkan rekor tahun 1944. Hanya berselang satu hari, suhu di letak nan sama melonjak lagi hingga 95,2 derajat fahrenheit. Sementara itu, di Wales, Bandara Hawarden mencatat suhu 90 derajat fahrenheit, melampaui rekor nan memperkuat sejak era Perang Dunia II.
Kondisi malam hari pun tidak memberikan kelegaan. Di Kenley, Inggris, suhu malam hari tidak turun di bawah 73,6 derajat fahrenheit, menjadi rekor suhu malam terhangat di Inggris untuk Mei.
Fenomena serupa terjadi di Spanyol. Kota Caceres dan Bilbao mencatat rekor suhu malam tertinggi. Suhu siang hari di Spanyol dan Portugal mendekati nomor 104 derajat fahrenheit (40 derajat celsius).
Risiko Kesehatan: Kurangnya akomodasi pendingin udara (AC) di Eropa memperburuk situasi. Diperkirakan hanya 20% rumah di Eropa nan mempunyai AC, sehingga penduduk sangat berjuntai pada pendinginan alami di malam hari. Saat suhu malam tetap tinggi, akibat heat stroke dan stres panas meningkat tajam.
Penyebab: Fenomena Heat Dome yang Intens
Para mahir meteorologi menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini disebabkan oleh heat dome alias kubah panas yakni sistem tekanan tinggi nan menetap di atas Semenanjung Iberia dan Eropa Barat. Sistem ini memerangkap udara panas di permukaan, mengikis tutupan awan, dan membiarkan sinar mentari memanaskan daratan secara intens tanpa henti.
Analisis menunjukkan bahwa intensitas kubah panas kali ini masuk dalam kategori 0,13% teratas. Ini berfaedah sangat jarang terjadi dan sangat kuat. Meskipun variabilitas alami berkedudukan dalam terbentuknya kubah panas, pemanasan dunia akibat perubahan iklim membikin peristiwa ekstrem seperti ini lebih mudah mencapai level nan memecahkan rekor.
PBB memperkirakan sekitar 175.000 orang di Eropa meninggal setiap tahun akibat stres panas. Angka ini sering kali tidak terlaporkan secara penuh lantaran kematian biasanya dikaitkan dengan kondisi kesehatan penyerta (komorbiditas). Kabar baiknya, model cuaca menunjukkan bahwa kubah panas ini bakal mulai meluruh pada akhir pekan, nan memungkinkan suhu kembali moderat di sebagian besar wilayah Eropa Barat. (Washington Post/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·