Gejolak Minyak Global, Great Institute Wanti-wanti Risiko Fiskal RI

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |20:25 WIB

Gejolak Minyak Global, Great Institute Wanti-wanti Risiko Fiskal RI

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan (foto: Okezone)

JAKARTA – Lonjakan nilai minyak bumi akibat bentrok geopolitik di Timur Tengah dinilai berpotensi menekan kondisi fiskal Indonesia.  Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, mengatakan gejolak dunia saat ini tidak bisa dilepaskan dari bentrok di Timur Tengah nan berakibat langsung pada nilai energi.

“Dunia tengah menghadapi persoalan daya seiring perang di Timur Tengah. Negara-negara tetangga sudah mulai mengalami kenaikan nilai BBM sebagai akibat konflik,” ujarnya dalam forum obrolan nan digelar GREAT Institute berjudul “Tantangan Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Turbulensi Geopolitik”, Rabu (1/4/2026).

Paparan tim ekonomi GREAT Institute menunjukkan nilai minyak dunia sempat mendekati 120 dolar AS per barel, jauh di atas dugaan APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.

Sementara itu, Peneliti GREAT Institute, Yossi Martino, menegaskan kondisi tersebut bakal berakibat langsung pada ekonomi nasional.

“Indonesia pasti terimbas. Kenaikan nilai minyak memberi tekanan nyata terhadap fiskal kita,” katanya.

Dalam skenario terburuk, defisit anggaran diperkirakan bisa melebar hingga 4,90–5,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, setiap kenaikan 1 dolar AS nilai minyak disebut dapat menambah beban subsidi daya hingga triliunan rupiah.

Di sisi lain, ketahanan daya nasional dinilai tetap rentan. Cadangan daya Indonesia diperkirakan hanya cukup untuk 20–25 hari konsumsi, jauh di bawah standar ideal internasional sekitar 90 hari.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com