Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menertibkan aktivitas penambangan liar dan jaringan penyelundupan timah nasional mulai berakibat luas hingga ke pasar internasional. Penutupan akses pasokan timah terlarangan dari Indonesia membikin perusahaan-perusahaan di luar negeri saat ini mulai kesulitan mendapatkan bahan baku timah.
Eks Menteri Keuangan periode 1998 Fuad Bawazier mengungkapkan bahwa industri di luar negeri selama ini secara sadar menampung dan berjuntai pada pasokan timah terlarangan hasil penyelundupan dari Indonesia. Penertiban masif nan dilakukan pemerintah saat ini secara langsung menghentikan aliran bahan baku colongan tersebut ke pasar global.
"Pertama, luar negeri mulai pada kelihatannya perusahaannya mulai kesenyapan bahan bakunya, mulai lenyap peralatan colongan," ujar Fuad dalam Podcast Cuap Cuap Cuan CNBC Indonesia, dikutip Jumat (23/10/2026).
Fuad memaparkan bahwa pihak asing selama ini menikmati untung dari lemahnya tata kelola dan penegakan norma sektor timah di Indonesia. Pasokan timah hasil penambangan tanpa izin di dalam negeri dengan mudah diserap oleh industri luar negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi mereka.
"Luar negerinya makmur kan? Negeri lain itu menerima peralatan colongan juga, dia tahu itu peralatan colongan dari Indonesia. Siapa nan bilang enggak tahu? Mereka itu menjaga norma negerinya, tapi jika ini ada peralatan penyelundupan... masuk, masuk, masuk! Terus begitu, bongkar," katanya.
Penertiban nan dilakukan pemerintahan Prabowo dinilai membawa perubahan pada industri timah nasional. Selain memicu kelangkaan pasokan bahan baku terlarangan di luar negeri, penutupan sekitar 1.000 titik tambang terlarangan di Bangka Belitung sukses memulihkan keahlian finansial BUMN timah.
Langkah pembersihan tersebut mendongkrak penjualan dan untung PT Timah Tbk hingga 9 kali lipat, serta meningkatkan nilai kapitalisasi pasar aset perusahaan hingga 280%. Penegakan kedaulatan atas sumber daya alam ini memastikan potensi ekonomi timah nasional sekarang sepenuhnya masuk ke kas negara dan tidak lagi dinikmati oleh jaringan pasar gelap internasional.
"Setelah ditertibkan luar biasa ya, itu penertibannya dipikir gampang? Asetnya nilainya jadi kapitalisasi naik semuanya, penjualannya naik, semuanya mungkin bisa 9 kali 10 kali lipat," tandasnya.
Prabowo berantas tambang terlarangan timah
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan bahwa langkah penertiban pertambangan terlarangan (PETI) khususnya untuk komoditas timah sudah membuahkan hasil.
Dalam catatannya, PT Timah Tbk (TINS) sudah mencatatkan peningkatan keahlian finansial secara signifikan dengan untung melonjak hingga 900% alias sembilan kali lipat pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode nan sama tahun 2025.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam perbincangan berbareng para Jurnalis Senior dan Pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), nan disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
"Penyelundupan, sekian puluh tahun penyelundupan timah dari Bangka berjalan. Tapi dengan kebijakan kita, kita tutup penyelundupan, kita hentikan berapa ratus tambang terlarangan di Bangka, PT Timah sekarang untung! Untungnya Anda mungkin enggak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali! 900%!" kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan pemulihan keahlian PT Timah merupakan akibat dari ketegasan penegakan norma dan penutupan celah kebocoran kekayaan negara nan sudah berjalan selama puluhan tahun. Langkah pembenahan tata kelola tersebut secara langsung memulihkan potensi pendapatan BUMN.
"Iya kan? Karena kita tegakkan aturan. Coba ini sudah melangkah berapa puluh tahun?," imbuhnya.
Prabowo menyebut bahwa pemulihan keahlian finansial PT Timah menjadi bukti bahwa perbaikan tata kelola serta kepemimpinan nan bersih bisa mengubah BUMN dari kondisi rugi menjadi menguntungkan dalam waktu singkat.
Pihaknya menekankan bahwa seluruh jejeran pemerintah maupun dewan BUMN berkomitmen kuat untuk menghentikan segala corak praktik penyelewengan alias pencurian aset negara.
"Kenapa? Karena dewan dan kita semua, kita tidak mau pat-guli-pat, kita tidak mau mencuri dari negara! Ini intinya itu. Jadi ini pun di luar angan saya, gitu loh. Jadi saya optimistis," tegas Prabowo.
Selain penertiban di sektor pertambangan timah, pemerintah juga terus menertibkan ribuan tambang terlarangan lainnya serta melakukan pembenahan struktur BUMN guna mencegah kebocoran anggaran dan meningkatkan penerimaan dividen bagi negara.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·