Krisis listrik di Gaza kian parah. Kelangkaan bahan bakar dan suku cadang generator menakut-nakuti operasional rumah sakit dan keselamatan pasien.
Seorang laki-laki Palestina menyalakan api di dalam tenda di tengah kelangkaan listrik dan bahan bakar, di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan. Krisis listrik semakin membahayakan pasien di Gaza. Salah satu rumah sakit terbesar nan tetap beraksi kudu menghadapi pemadaman listrik berulang akibat kelangkaan bahan bakar, oli mesin, dan suku cadang generator. REUTERS/Ramadan Abed
Kondisi tersebut memaksa tenaga medis di Rumah Sakit Nasser menerapkan penghematan listrik, termasuk mematikan pasokan secara bergilir di sejumlah gedung. REUTERS/Ramadan Abed
Dokter ahli penyakit dalam Rumah Sakit Nasser, Ahmed Al-Nabris, mengatakan kelangkaan bahan bakar dan suku cadang membikin rumah sakit kesulitan mempertahankan operasional generator. REUTERS/Ramadan Abed
Para pasien apalagi kudu menunggu listrik kembali menyala untuk menggunakan ventilator maupun perangkat nebulizer. REUTERS/Ramadan Abed
Saat ini, satu dari empat generator rumah sakit tidak dapat beroperasi. Dua generator terbesar dari tiga unit nan tersisa juga kudu menanggung beban kerja berlebih. REUTERS/Ramadan Abed
Teknisi biasanya mengganti oli mesin generator setiap 250 jam operasi. Namun, kelangkaan oli membikin mereka memperpanjang interval penggantian hingga sekitar 1.000 jam. REUTERS/Ramadan Abed
Pasien Rumah Sakit Nasser, Fatima Abu Taima, mengatakan pasien nan memerlukan ventilator alias nebulizer kudu menunggu hingga rumah sakit mengalirkan listrik ke departemen tempat mereka menjalani perawatan. REUTERS/Ramadan Abed
Organisasi kemanusiaan medis Médecins Sans Frontières (MSF) memperingatkan pada Agustus bahwa ribuan penduduk Gaza menghadapi akibat penyakit dan kematian nan semakin tinggi. Pembatasan pasokan oli mesin dan suku cadang mengganggu operasional generator rumah sakit, ambulans, pompa air, hingga truk tangki air. REUTERS/Mahmoud Issa
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·