Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA IRIANTO)
DI tengah meningkatnya kesadaran masyarakat bakal perubahan iklim, tak sedikit masyarakat nan mulai mengubah style hidup mereka jadi lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah paling signifikan adalah semakin banyaknya masyarakat nan beranjak dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik (EV).
Kendati kendaraan listrik saat ini semakin banyak ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia, tetapi jumlahnya belum sebanding dengan kendaraan konvensional. Masih ditemukannya sejumlah masalah pada kendaraan EV, seperti waktu pengisian daya nan lama dan antrean panjang di stasiun pengisian seringkali menjadi penghalang masyarakat beranjak ke kendaraan listrik
“Mungkin sebagian dari kita kerap memandang antrean di SPBU walaupun panjang tapi sigap sekali terurai alias sigap selesai. Sedangkan di SPKLU, antreannya terasa jauh lebih lama. Bayangkan, jika proses pengisian daya bisa secepat dan praktis seperti mengisi bensin di SPBU. Pengemudi EV bisa kembali menikmati style hidup berkendara nan tenang, elastis dan serba praktis,” kata Head of Aftersales BYD Motor Indonesia, Ubaedilah dalam keterangan pers, Rabu (14/10).
Dia menjelaskan bahwa, merujuk pada info nan dimiliki perusahaannya, saat ini rasio pengisian daya untuk kendaraan listrik di Indonesia tetap menantang, di mana satu charger pada stasiun pengisian rata-rata kudu melayani 140 unit EV dengan waktu tunggu mencapai 60 menit.
Teknologi Blade Battery Gen 2
Kabar baiknya, masa depan mobilitas hijau sekarang datang lebih sigap dan praktis, kekhawatiran pengguna kendaraan listrik mengenai waktu pengisian daya nan lama bakal segera teratasi. Dua teknologi ialah Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging pun diperkenalkan BYD, di mana pengguna hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit untuk mencapai 75% (dari 10%) dan hanya butuh waktu 9 menit untuk mencapai 100%.
Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li, mengungkapkan bahwa Blade Battery generasi kedua adalah perangkat baterai nan bakal datang pada kendaraan listrik terbaru BYD ataupun Danza, Dikembangkan melalui penelitian intensif selama enam tahun, Blade Battery generasi kedua dari BYD memadukan kemajuan dalam perihal kepadatan energi, efisiensi transfer ion, dan manajemen termal ke dalam satu kreasi terintegrasi, dengan tiga tujuan utama pengisian daya lebih cepat, jarak tempuh lebih jauh, dan tingkat keselamatan ekstra.
“Kami menyebutnya baterai tenaga paling canggih di dunia, dan kami betul-betul membawanya ke Indonesia,” ujar Richard Li. “ Lewat teknologi ini, pertanyaanya sekarang bukan lagi soal mendorong masyarakat mengangkat kendaraan EV, melainkan membikin kepemilikan EV semulus dan senyaman mempunyai kendaraan konvensional,” tegasnya.
Teknologi Flash Charging
Sebagai pelengkap teknologi Blade Battery generasi kedua, stasiun pengisian kendaraan listrik Flash Charging turut dihadirkan, dirancang untuk menghadirkan performa pengisian daya nan sangat cepat. Sistem ini menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor tunggal dan mengusung kreasi overhead unik berbentuk huruf T nan sekaligus meniadakan beragam aspek kurang praktis dalam proses pengisian ulang.
“Selain desainnya nan unik, Kami juga mempunyai pistol pengisi daya dengan teknologi zero-gravity. Silakan rasakan sendiri, bobotnya hanya setara dengan tiga botol air mineral. Jadi, pengguna wanita pun dapat mengoperasikannya dengan mudah. Selain itu, tersedia fitur plug-and-charge, sehingga pengguna tidak perlu memindai kode alias membuka aplikasi. Cukup colokkan pistol pengisi daya, dan proses pengisian daya bisa langsung dimulai. Sangat mudah,” jelas Richard Li.
Singatnya, Blade Battery generasi kedua dirancang untuk mendukung pengisian daya berkekuatan tinggi melalui jalur transfer ion nan dioptimalkan dan halangan internal nan lebih rendah, sementara Flash Charging menyediakan sistem penyaluran daya nan dirancang untuk memaksimalkan kapabilitas pengisian daya. Kedua teknologi ini bersinergi membentuk pendekatan terintegrasi untuk pengisian daya berkecepatan tinggi.
Dengan hadirnya kedua teknologi ini tidak menutup kemungkinan bakal semakin memperlancar transisi style hidup ramah lingkungan dalam kaitannya penggunaan EV di Indonesia. Melalui teknologi baterai dan pengisian daya nan revolusioner, masyarakat sekarang bisa tetap produktif, tetap fleksibel, namun tetap berkontribusi nyata bagi kelestarian bumi Indonesia. (H-20
English (US) ·
Indonesian (ID) ·