PT Garuda Indonesia (Persero) menyediakan sekitar 170.845 tiket penerbangan domestik cuma-cuma bagi visitor mancanegara (wisman) melalui program berjudul “Discover More Indonesia” berbareng PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) alias InJourney.
Marketing Group Head Garuda Indonesia, Prina Eka Putri, mengatakan program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah visitor mancanegara nan datang ke Indonesia, tetapi juga mendorong mereka melanjutkan perjalanan ke destinasi kedua, ketiga, hingga destinasi lainnya.
“Itu nan bakal menjadi salah satu perihal nan menarik dari program ini. Karena itu melalui program ini kami mau mengubah pola perjalanan nan sekadar arrive tapi juga discover more Indonesia,” kata Prina dalam konvensi pers di Kantor InJourney, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Prina menuturkan Jakarta dan Bali nan selama ini menjadi pintu masuk visitor diharapkan tidak hanya berfaedah sebagai tujuan destinasi, tetapi juga menjadi titik awal bagi visitor untuk melanjutkan perjalanan ke beragam destinasi domestik lainnya.
Penumpang wisman ke Indonesia nan memenuhi syarat berkuasa mendapatkan satu penerbangan domestik cuma-cuma ke destinasi selain Jakarta dan Denpasar. Wisman dapat membeli tiket melalui situs dan aplikasi Garuda Indonesia, online travel agent (OTA), travel agent konvensional, ticketing office, call center, hingga jasa WA Garuda Indonesia.
Wisatawan nan mau memperoleh penerbangan domestik cuma-cuma tidak kudu baru membeli tiket setelah program diumumkan. Wisatawan nan telah lebih dulu membeli tiket penerbangan pulang-pergi dengan Garuda Indonesia juga tetap dapat mengikuti program tersebut dengan menambahkan akomodasi penerbangan domestik gratis.
“Nanti kita bakal atur itu free domestic flight-nya mereka bakal dapatkan asalkan terbangnya di periode program ini berjalan,” terang Prisna.
Program ini bertindak bagi wisman nan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia dengan periode penerbangan internasional mulai 1 Agustus hingga 30 November 2026.
“Dan nomor ini 170.845 itu kita memang sekalian memperingati bulan ini adalah bulannya kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, di mana kita merdeka,” ungkap Prina.
Sementara itu, Southeast Asia Branch Manager Garuda Indonesia, Agny Gallus Pratama, mengatakan program tersebut bermaksud salah satunya untuk meningkatkan tingkat keterisian alias load factor penerbangan Garuda Indonesia.
Galus menjelaskan Garuda telah mempunyai proyeksi load factor berasas keahlian tahun sebelumnya serta perkiraan untuk semester II. Dari proyeksi tersebut, terdapat celah nan perlu dioptimalkan, salah satunya melalui program Free Domestic Flight.
“Dengan adanya load factor naik maka benefit-nya pasti ke keahlian pendapatan gitu. Jadi load factor naik, pendapatan dari revenue khususnya di rute internasional kita harapkan juga meningkat,” sebut Gallus dalam kesempatan nan sama.
Selain aspek pendapatan, Gallus juga mengatakan program ini ditujukan untuk memperkuat brand Garuda Indonesia di tingkat regional, mulai dari area Asia hingga Eropa.
“Sehingga jika dari kami akses ini dan kemudian menghubungkan tidak hanya Jakarta dan Bali tapi beyond daripada itu di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, mengatakan sekitar 70 persen kunjungan visitor mancanegara ke Indonesia menggunakan konektivitas udara. Bali menjadi destinasi terbesar dengan porsi sekitar 40 persen, sedangkan Jakarta menyumbang sekitar 27 persen.
Menurut Yudhis, kondisi tersebut membikin program Free Domestic Flight menjadi langkah strategis untuk meningkatkan jumlah kunjungan visitor mancanegara ke Indonesia.
“Ini menambah nilai competitiveness bagi destinasi di Indonesia lantaran nan tadinya mungkin wisman biasa naik pesawat lain, tapi ketika ada program ini kita berambisi ini bakal men-trigger orang untuk datang ke Indonesia lebih banyak,” ucap Yudhis.
Ia menilai, program tersebut berpotensi mendorong lebih banyak visitor mancanegara datang ke Indonesia sekaligus memperluas tujuan perjalanan mereka dari Jakarta dan Bali ke beragam destinasi lainnya.
“Sehingga kami memandang bahwa dengan adanya program ini kita sangat optimis peningkatan jumlah kunjungan bisa di-trigger untuk dapat mencapai sasaran kami di tahun depan begitu,” tutur Yudhis.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·